"Aku tak perlu menjelaskan diriku pada musuhku. Karena takkan berpengaruh pada cara pandang mereka terhadap aku. Tapi, aku perlu bercerita supaya anak cucu tau kalau saya itu bukan pelawak," tegasnya.
Sontak saja unggahan UAS itu langsung dibanjiri komentar warganet. Sebagian besar dari mereka ramai memberikan tanggapan beragam.
"Saya orang Malaysia, saya sangat hormat UAS. Sabar ya ustaz, nggak semua orang Malaysia macam tuh. Ada ramai lagi yang menghormari ustaz," kata akun ariffin**.
"Bukan pelawak, dengan cara humorlah dia menyampaikan dakwah. Karena humor dapat dipahami orang awam," ujar akun ZAKARIA**.
Baca Juga:Video Lawas UAS Kembali Viral, Boleh Gunakan Jasa Pawang Hujan, Tapi Ada Syaratnya
"Menurut gue bercandanya orang berilmu dengan orang tak berilmu sangat berbeda. Biarinlah orang yang nyiyir. Semoga UAS selalu dirahmati Allah," imbuh akun Ziq Roz**.
"Saya pribadi mensyukuri adanya UAS di Indonesia, kehadirannya banyak membawa revolusi yang signifikan di kalangan muslim Asia," tutur akun tauhid ball**.
"Tetap sabar guru panutan kami, semoga orang-orang yang merendahkan pada ustaz cepet pada sadar amin," timpal akun beeny setia**.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan