- BPS Jawa Tengah mencatat inflasi tahunan Februari 2026 mencapai 4,43 persen, meningkat signifikan dari bulan sebelumnya.
- Kenaikan tarif listrik menjadi pendorong utama inflasi dengan kontribusi sebesar 1,96 persen di Jawa Tengah.
- Kota Tegal mengalami inflasi tertinggi 4,97 persen, sementara Wonosobo terendah 3,94 persen berdasarkan data BPS.
SuaraJawaTengah.id - Biaya hidup masyarakat di Jawa Tengah terasa semakin berat. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan lonjakan inflasi yang signifikan pada Februari 2026, mencapai angka 4,43 persen secara tahunan (y-on-y). Angka ini melesat jauh dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,83 persen.
Kondisi ini praktis membuat dompet warga, terutama di kota-kota besar, semakin tertekan. Berdasarkan data yang dipaparkan, biang kerok utama dari meroketnya inflasi ini adalah kenaikan tarif dasar listrik yang bebannya langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, dari rumah tangga hingga pelaku usaha kecil.
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, dalam keterangannya di Semarang, Senin, membenarkan bahwa setrum yang lebih mahal menjadi pendorong utama.
"Kenaikan tarif listrik berkontribusi sebesar 1,96 persen terhadap inflasi," katanya dikutip dari ANTARA pada Selasa (3/3/2026)
Baca Juga:7 Fakta Pemotor di Blora Terjang Jalan Cor Basah hingga Dilaporkan ke Polisi
Andil yang hampir mencapai 2 persen dari satu komoditas saja menunjukkan betapa dahsyatnya dampak kebijakan tarif listrik terhadap daya beli masyarakat.
Kenaikan ini langsung mengerek berbagai biaya operasional dan pada akhirnya dibebankan kepada konsumen dalam bentuk harga barang dan jasa yang lebih tinggi.
Tekanan tidak berhenti di situ. Selain harus membayar tagihan listrik yang lebih mahal, masyarakat juga dihadapkan pada kenaikan harga emas perhiasan. Bagi sebagian orang, emas adalah instrumen investasi dan simpanan, namun kenaikan harganya turut menyumbang tekanan inflasi.
"Selain itu, lanjut dia, kenaikan harga emas perhiasan juga berdampak terhadap inflasi dengan kontribusi 0,90 persen," ujar Ali Said.
Pukulan ganda bagi warga Jateng semakin lengkap dengan merangkaknya harga kebutuhan pokok di dapur. BPS mencatat sejumlah komoditas pangan vital mengalami kenaikan harga dan menjadi pemicu inflasi yang tak bisa dihindari.
Baca Juga:Waktu Buka Puasa Tiba! Cek Jadwal Azan Magrib Semarang Hari Ini 21 Februari 2026
"Adapun komoditas lain yang mengalami kenaikan harga sehingga menjadi pemicu inflasi Februari, kata dia, yakni daging ayam, beras, dan bawang merah," tambah Ali.
Kenaikan harga beras dan daging ayam tentu menjadi pukulan telak bagi anggaran belanja rumah tangga sehari-hari.
Secara sebaran wilayah, BPS mencatat bahwa inflasi terjadi secara merata di sembilan kabupaten/kota yang menjadi basis survei Indeks Harga Konsumen (IHK). Kota Tegal tercatat sebagai wilayah dengan inflasi tertinggi yang mencapai 4,97 persen, menunjukkan tekanan biaya hidup di kota pantura tersebut sangat terasa. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Wonosobo yang sebesar 3,94 persen.