Bukan Sekadar Tembok: Mengapa Pembangunan Giant Sea Wall 274 KM Ini Jadi Penyelamat Ekonomi Pantura?

Giant Sea Wall 274,7 km direncanakan di Pantura Jateng tangani rob, longsor, dan penurunan tanah. Tahap I di Semarang (33,5 km).

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 04 Maret 2026 | 09:02 WIB
Bukan Sekadar Tembok: Mengapa Pembangunan Giant Sea Wall 274 KM Ini Jadi Penyelamat Ekonomi Pantura?
Ilustrasi Pembangunan Giant Sea Wall (tanggul laut) di wilayah pantura Jawa Tengah. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 274,7 kilometer direncanakan di Pantura Jawa Tengah untuk atasi rob.
  • Tanggul laut ini bertujuan menekan penurunan muka tanah, mitigasi bencana hidrometeorologi, dan meminimalisir kerugian ekonomi.
  • Tahap awal fokus di Semarang, Kendal, dan Demak (33,5 km), kemudian dilanjutkan pembangunan di wilayah lain Pantura.

SuaraJawaTengah.id - Pembangunan Giant Sea Wall (tanggul laut) di wilayah pantura Jawa Tengah direncenakan mencapai 274,7 kilometer. Pembangunan tanggul laut itu merupakan terpanjang di pantura Pulau Jawa.

"Pembangunan tol laut di Jawa Tengah ini paling panjang, dengan rob yang paling banyak juga tentunya," kata Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Asha saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Kota Semarang pada Selasa (3/3/2026).

Rencana pembangunan itu, lanjut Didit, membentang dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.

Ia menjelaskan, urgensi dari pembangunan tanggul laut di sepanjang Pantura Jawa tersebut antara lain unuk menekan penurunan muka tanah (land subsidence), mitigasi risiko dampak bencana hidrometeorologi dan krisis air, serta meminimalisir potensi kerugian ekonomi masyarakat Pantura.

Baca Juga:Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar

Tahap pertama pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tengah akan dilakukan di wilayah Semarang dan sekitarnya. Mulai dari Kendal, Semarang, dan Demak dengan panjang kurang lebih 33,5 kilometer.

Secara detail nanti akan dibahas antara tim BOPPJ dengan tim dari pemerintah daerah setempat, termasuk Pemprov Jateng beserta perguruan tinggi yang terlibat.

Tahap berikutnya adalah tanggul Laut Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan dengan panjang sekitar 105 kilometer. Kemudian Pati-Rembang sekitar 74,3 kilometer.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik rencana pembangunan Giant Sea Wall di wilayah Pantura Jawa tersebut. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki tipologi dengan risiko bencana rob, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, penurunan muka tanah di Jawa Tengah setiap tahunnya berkisar antara 8-11 cm.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan tersebut harus terintegrasi dengan konsep tol laut yang ada di Kota Semarang

Baca Juga:7 Fakta Video Viral Tarawih Disebut Terjadi di Pati, Kemenag Beri Klarifikasi Resmi

"Giant Sea Wall ini yang selalu kita tunggu-tunggu untuk menyelesaikan masalah rob," ujarnya.

Sebagai informasi, pertemuan tersebut untuk membahas rencana pembangunan tanggul laut di Pantai Utara Jawa sebagai solusi penanganan banjur rob di kawasan Pantura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak