"Di rest area ramai juga. Mungkin setelah tanggal 8 ini pun masih ada sisa-sisa. Jadi kita berani stok lebih banyak karena animonya terasa," ujar Dhani.
Dhani pun mengapresiasi pemerintah yang kembali mengizinkan arus mudik pada Lebaran tahun ini. Dia juga menilai upaya pemerintah dalam mengamankan dan mengatur arus mudik berjalan sukses.
"Dengan diizinkan arus mudik, perekonomian masyarakat bergerak bersama. Efeknya domino, dari parkiran, pedagang asongan, pedagang eceran, hidup semua. Bareng-bareng mengangkat perekonomian," kata dia.
Pemilik toko Telur Asin HTM Jaya, Dinah juga mengungkapkan hal senada. Dia menyebut sejak H-2 hingga H+6 Lebaran, penjualan rata-rata berkisar 3.000 hingga 10.000 butir per hari.
Baca Juga:4200 Pemudik dengan Moda Kereta Api akan Tiba di Stasiun Bekasi Minggu Ini
"Kalau hari biasa, paling banyak 500 butir per hari yang terjual. Lebaran tahun 2020 dan 2021 malah maksimal hanya 200 butir sehari karena pandemi dan larangan mudik," ujarnya, Minggu (8/5/2022).
Menyambut arus mudik tahun ini, Dinah sudah menyiapkan stok telur asin hingga 50.000 butir. Dari jumlah itu, sudah terjual 40.000 butir.
"Sebelum ada Covid itu malah bisa 70.000 sampai 100.000 butir per hari. Tahun ini masih belum menyamai sebelum Covid. Tapi lumayan lah bisa kembali meningkat karena dua tahun sebelumnya benar-benar terpuruk. Bisa bertahan saja sudah bersyukur," ucapnya.
Kontributor : F Firdaus
Baca Juga:Jalur Ditutup Imbas One Way Arus Balik, Polwan Joget Hibur Pemudik di Nagreg