Densus 88 Ungkap Game Online Jadi Jalur Baru Perekrutan Radikalisme di Jateng

Densus 88 ungkap kelompok radikal rekrut pelajar via game online. Waspadai narasi ekstrem yang menyusup lewat interaksi digital, perkuat literasi agar Gen-Z tak mudah terpapar

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 18 Juni 2026 | 17:43 WIB
Densus 88 Ungkap Game Online Jadi Jalur Baru Perekrutan Radikalisme di Jateng
Suasana diskusi Cegah IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme) Kalangan Gen-Z di Ruang Digital, kerjasama Bacajaa - Soegijapranata Catholic University (SCU). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Densus 88 Antiteror mengungkap kelompok radikal merekrut pelajar di Jawa Tengah melalui interaksi komunikasi dalam platform game online.
  • Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, tercatat setidaknya 22 anak di Jawa Tengah terpapar konten kekerasan di ruang digital.
  • Para ahli menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi generasi muda untuk menangkal ancaman radikalisme yang menyusup secara bertahap.

SuaraJawaTengah.id - Ancaman radikalisme di kalangan pelajar kini tidak lagi hadir dalam bentuk propaganda terbuka. Densus 88 Antiteror mengungkap kelompok radikal mulai memanfaatkan game online sebagai pintu masuk untuk merekrut dan memengaruhi anak-anak melalui interaksi yang tampak biasa di ruang digital.

Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88 Antiteror, Iptu Yusuf, mengatakan pola yang ditemukan diawali dari komunikasi antarpemain dalam game online. Setelah terjalin kedekatan, komunikasi kemudian diarahkan ke percakapan pribadi dan platform yang lebih tertutup sebelum disusupi narasi kekerasan dan ekstremisme.

"Di Jawa Tengah kami menemukan pola seperti itu. "Anak-anak adalah kelompok rentan, seringkali belum memahami dampak informasi yang diterima, mereka rawan dipengaruhi pihak-pihak tertentu," ujarnya dalam kegiatan Bacaaja Goes to School: Cegah IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) Kalangan Gen-Z di Ruang Digital di Kampus Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang.

Data Densus 88 menunjukkan sedikitnya 22 anak di Jawa Tengah teridentifikasi terpapar konten kekerasan dari ruang digital sepanjang 2025. Jumlah tersebut disebut bertambah pada 2026.

Baca Juga:Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal

Ilustrasi Game Online (ChateGPT)
Ilustrasi Game Online (ChateGPT)

Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama SCU Semarang, Dr. dr. Gregorius Yoga Panji Asmara SH MH, mengingatkan bahwa ancaman radikalisme saat ini justru sering bersembunyi di balik aktivitas yang terlihat normal dan tidak mencurigakan.

"Sesuatu yang terlihat biasa saja perlu diwaspadai. Hukum memang mengatur, tetapi ada pihak-pihak yang tidak peduli terhadap hukum sehingga akan melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuannya," kata Yoga.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penguatan daya kritis generasi muda menjadi sangat penting. Sebab, kelompok radikal kini tidak lagi mengandalkan pertemuan langsung, melainkan memanfaatkan ruang digital yang akrab dengan kehidupan sehari-hari pelajar.

Psikolog SCU, Christa Vidia Rana Abimanyu, menambahkan bahwa proses radikalisasi berlangsung secara bertahap, mulai dari intoleransi, berkembang menjadi radikalisme, ekstremisme, hingga berpotensi berujung pada aksi terorisme.

"Secara psikologis, orang terpapar tidak terjadi semalam, tetapi ada prosesnya, dari intoleran, radikalisme, ekstremisme hingga terorisme," ungkap Abi.

Baca Juga:Pemprov Jateng Buka Ribuan Kursi Sekolah Gratis, Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu

Karena itu, ia menilai literasi digital dan kemampuan menyaring informasi harus menjadi benteng utama bagi generasi Z agar tidak mudah terjebak dalam pengaruh kelompok yang memanfaatkan game online maupun platform digital sebagai sarana penyebaran ideologi kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak