Beli Mobil Listrik di Jateng Masih Bebas Pajak, Pemprov Kejar Mobilitas Ramah Lingkungan

Pemprov Jateng tetap bebaskan PKB dan BBNKB kendaraan listrik demi dukung transisi energi, tarik investasi, dan percepat adopsi mobilitas ramah lingkungan di wilayah tersebut.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 18 Juni 2026 | 08:31 WIB
Beli Mobil Listrik di Jateng Masih Bebas Pajak, Pemprov Kejar Mobilitas Ramah Lingkungan
Ilustrasi Mobil Listrik bebas pajak di Jateng. (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperpanjang pembebasan pajak PKB dan BBNKB bagi pemilik kendaraan listrik berbasis baterai.
  • Kebijakan yang diumumkan Sekda Sumarno pada 17 Juni 2026 ini bertujuan mendukung transisi energi serta target pembangunan hijau.
  • Pemberian insentif ini menarik investasi otomotif dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan kendaraan listrik nasional.

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih memberikan karpet merah bagi perkembangan kendaraan listrik dengan mempertahankan pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah serius mendorong transisi energi sekaligus menarik investasi di sektor otomotif ramah lingkungan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menegaskan, insentif tersebut tetap berlaku berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/161 Tahun 2026 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

"Kita masih menerapkan bebas BBNKB dan PKB kendaraan listrik," kata Sumarno saat menghadiri Grand Opening Dealer Resmi BYD Haka Auto Cabang Semarang, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung penggunaan energi berkelanjutan. Selain lebih efisien, kendaraan listrik dinilai mampu menekan emisi dan mendukung target pembangunan hijau yang tengah didorong pemerintah.

Baca Juga:Semarang Diguyur Hujan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspadai Cuaca Tak Menentu

Langkah Pemprov Jateng itu juga mendapat respons positif dari pelaku industri otomotif. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menilai Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai koridor ekonomi Pulau Jawa yang berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan kendaraan listrik nasional.

"Jawa Tengah memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan masa depan Indonesia. Kami percaya provinsi ini juga dapat menjadi penggerak penting pengembangan kendaraan listrik pada tahun-tahun mendatang," ujar Eagle.

Ia menambahkan, percepatan adopsi kendaraan listrik membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, penyedia infrastruktur, dan masyarakat. Karena itu, keberlanjutan insentif daerah menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar kendaraan listrik.

Dengan kebijakan bebas pajak yang masih berlaku dan semakin banyaknya investasi sektor otomotif listrik yang masuk, Jawa Tengah berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang paling agresif mendorong transformasi menuju mobilitas rendah emisi di Indonesia.

Baca Juga:Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perizinan Tambang Transparan, Tambang Ilegal Harus Ditindak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak