Sementara itu, akademisi dari Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Juni Sumarmono, PhD mengingatkan perlunya biosekuriti yang ketat guna mencegah meluasnya penyakit mulut dan kuku.
Dia menambahkan semua pihak juga perlu bergerak cepat mengambil tindakan untuk mencegah meluasnya PMK.
"Indonesia sudah pernah dinyatakan bebas PMK dan saat ini muncul lagi kasusnya. Jika nantinya meluas perlu waktu yang lama dan biaya besar untuk menanganinya," katanya.
Juni juga mengatakan masyarakat dapat berpartisipasi dengan melaporkan kasus PMK pada hewan yang dimiliki, membakar sisa-sisa hewan yang terinfeksi dan tidak membawa hewan terinfeksi ke daerah lain.
Baca Juga:Soal RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Menko PMK: Kalau Sudah Tidak Pandemi, Ya Ditutup