facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dari Ujung Timur Indonesia, DPD ProJo Papua Barat Usul Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024

Ronald Seger Prabowo Minggu, 22 Mei 2022 | 20:30 WIB

Dari Ujung Timur Indonesia, DPD ProJo Papua Barat Usul Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024
Ketua DPC ProJo Kabupaten Raja Ampat, Samuel Titus Rumbarak dan Ketua Umum ProJo, Budi Arie Setiadi saat penutupan Rakernas di Borobudur, Minggu (22/5/2022). [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Sebanyak 11 DPC ProJo yang hadir menghasilkan suara bulat mengajukan Ganjar sebagai calon presiden.

SuaraJawaTengah.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ProJo Provinsi Papua Barat mengajukan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon Presiden 2024. Rakernas ProJo tidak merekomendasikan nama bakal capres yang akan diusung.

Rekomendasi itu disampaikan Sekretaris Projo DPD Papua Barat, Donald Renato kepada wartawan, usia penutupan Rakernas ke-5 ProJo di Balkondes Ngargogondo, Magelang, Minggu (22/5/2022).    

Menurut Donald, DPD ProJo Papua Barat menggelar pertemuan daerah sebelum Rakernas. Sebanyak 11 DPC ProJo yang hadir menghasilkan suara bulat mengajukan Ganjar sebagai calon presiden.  

“Dari 13 DPC di Provinsi Papua Barat, 11 yang hadir. Dengan bulat mengusung satu nama, Pak Ganjar Pranowo,” kata Donald Renato.

Baca Juga: Analisis Pidato, Pengamat Ungkap Dukungan Jokowi ke Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Hasil itu kemudian dibawa ke Rakernas untuk disampaikan sebagai usulan daerah. Usulan itu disampaikan pada Rakernas ProJo meskipun tidak masuk dalam rekomendasi.

“Memang kami sudah siap menyampaikan itu. Tapi sebagai DPD kita harus hargai keputusan Dewan Pembina yaitu Pak Jokowi. Kami mengikuti tahapan yang akan dilakukan oleh DPP.”

Satu suara dengan DPD Papua Barat, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ProJo Kabupaten Raja Ampat, Samuel Titus Rumbarak juga mengusulkan Ganjar sebagai calon presiden 2024.

Selain Ganjar, DPC Raja Ampat juga mengusulkan nama Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Pak Ganjar sosok yang dilahirkan dari rakyat kemudian mengikuti proses-proses rakyat,” kata Samuel Titus Rumbarak.

Sedangkan Sri Sultan Hamengku Buwono X dinilai berhasil menjalankan daerah otonomi khusus Yogyakarta.

Baca Juga: Charta Politika: Pernyataan Jokowi Di Rakernas Projo Simbol Dukungan Ke Ganjar Pranowo

“Kami lihat Provinsi DIY sangat maksimal. Sedangkan kami di Papua dan Papua Barat, otsus itu belum maksimal," paparnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait