facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rayakan Bulan Bung Karno, Warga Desa Bergas Tanam Padi Bergambar Soekarno

Budi Arista Romadhoni Selasa, 28 Juni 2022 | 19:31 WIB

Rayakan Bulan Bung Karno, Warga Desa Bergas Tanam Padi Bergambar Soekarno
Hamparan padi yang ditanam dilukis sosok Proklamator, Ir. Soekarno dengan tulisan Vivere Pericoloso. [Dok Pemprov Jateng]

Hamparan padi yang ditanam di desa Bergas Kabupaten Semarang dilukis sosok Proklamator, Ir. Soekarno dengan tulisan Vivere Pericoloso

SuaraJawaTengah.id - Alunan suara gamelan mengiringi pelaksanaan upacara wiwitan yang dihadiri langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kampung Wisata Dewi Sri, Lodji Londo, Bergas Lor, Kabupaten Semarang, Selasa (28/6/2022). Hal itu bagian menyambut bulan Bung Karno

Upacara wiwitan adalah ritual persembahan tradisional masyarakat Jawa yang dilakukan sebelum panen padi dilakukan. Kegiatan ini menjadi tak biasa karena hamparan padi yang ditanam, dilukis sosok Proklamator, Ir. Soekarno dengan tulisan Vivere Pericoloso.

Vivere Pericoloso adalah ungkapan dari Bahasa Italia yang dipopulerkan Bung Karno tahun 1964 sebagai judul pidato kenegaraan pada peringatan HUT ke 19 RI.

Penggagas acara, Sidik Gunawan, menuturkan proses ‘melukis’ Bung Karno di sawah tersebut dimulai sejak sebulan yang lalu, tepatnya 22 Mei. Selama melukis, Sidiq mengaku dibantu oleh berbagai kelompok. Tak hanya masyarakat kampung wisata tetapi juga mahasiswa.

Baca Juga: Piala Presiden 2022: PSIS Semarang Belum Pernah Kalah, Persis Solo Belum Pernah Menang di Grup A

“Sebenarnya belum begitu sempurna, dua minggu baru mulai rapat dan terlihat jelas,” kata Sidiq menuturkan.

Ganjar mengapresiasi masyarakat Kampung Wisata Gemar Dewi Sri yang melukis sosok Bung Karno di sawahnya. Selain dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, karyanya itu juga jadi jujukan wisata di kampungnya.

“Di bulan Bung Karno ini kita persembahkan sebuah karya dari masyarakat dari aktivis dari petani yang bisa membuat lansekap dari Padi, tanaman pangan yang kita butuhkan sehari-hari menjadi satu bentuk artistik dengan wajah Bung Karno,” kata Ganjar.

Ditemui usai acara, Ganjar tampak begitu bangga dengan keterlibatan seluruh komponen masyarakat untuk memperingati Bulan Pancasila sekaligus Bulan Bung Karno. Beragam kegiatan sejak awal bulan dilakukan.

“Ada lomba pidato, lomba desain, kemarin ada yang nari dan ada juga yang haul. Lalu bikin konser, hari ini diakhiri dengan ada satu desain panjang sekali waktunya butuh lama, saya kira sudah sebulan lebih mereka menyiapkan itu,” kata Ganjar.

Baca Juga: Cuaca di Semarang Diprediksi Berawan, Ini Penjelasan BMKG

Ganjar mengatakan, karya lansekap ini adalah wujud ekspresi masyarakat dalam memperingati sekaligus menghormati jasa Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait