facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Pelecehan Seksual Siswi Sekolah, Kapolres Magelang Berharap Korban Berani Melapor

Ronald Seger Prabowo Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:51 WIB

Kasus Pelecehan Seksual Siswi Sekolah, Kapolres Magelang Berharap Korban Berani Melapor
Ilustrasi pelecehan seksual di sekolah. [Suara.com/Rochmat]

Guru matematika ini mengirimkan chat mesum kepada salah seorang siswinya hingga menyebar lewat media sosial

SuaraJawaTengah.id - Kota Magelang dihebohkan dengan viralnya kasus pelecehan seksual yang ddiduga dilakukan seorang guru tidak tetap Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Magelang, RYN (35 tahun).

Guru matematika ini mengirimkan chat mesum kepada salah seorang siswinya. Chat tersebut kemudian menyebar lewat media sosial.

Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang meminta korban pelecehan seksual untuk berani melapor ke polisi.

"Kami harapkan setiap ada kejadian yang seperti ini (pelecehan seksual) korban berani untuk melaporkan," kata Yolanda dilansir dari ANTARA, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga: Gunakan Modus Lancarkan Skripsi, Lansia di Mataram Cabuli 10 Mahasiswi, Polisi Libatkan Ahli dalam Proses Penanganan

Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi berita viral di media sosial terkait dengan oknum guru di salah satu sekolah di Magelang yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswanya.

Menurut dia, hingga sekarang belum ada yang melapor ke Polres Magelang Kota terkait dengan berita viral tersebut. Namun, pihaknya sudah mengecek keberadaannya bahwa pelecehan ada di media sosial dan secara fisik tidak terjadi.

"Kepolisian bisa menindak hal ini manakala ada laporan dari korban dan viralnya kasus ini tidak menutup kemungkinan bahwa pernah ada korban sebelumnya," paparnya.

Yolanda menyarankan kepada korban melapor agar ada efek jera terhadap para pelaku pelecehan.

"Saya sampaikan terkait dengan pelecehan seksual tentunya harus ada proteksi yang diberikan kepada korban. Selain proteksi dari petugas kepolisian, kami mengharapkan proteksi dari media sehingga media tidak mengejar-ngejar atau memublis korban," ujar dia.

Baca Juga: Lagi! Aksi Pelecehan Seksual Terjadi di Ponpes, 11 Santriwati Jadi Korban Predator Berstatus Ustaz

Hal itu, lanjut dia, akan menjadi catatan bagi korban dalam jangka panjang dan menjadi beban moral seumur hidupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait