Jangan Panik ASI Tak Keluar Saat Persalinan, Ini Penjelasan Dokter

Seorang Ibu tak perlu khawatir jika ASI tak keluar atau keluar sangat sedikit sesaat setelah persalinan, terutama bagi ibu yang melahirkan anak pertama

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 02 Agustus 2022 | 07:15 WIB
Jangan Panik ASI Tak Keluar Saat Persalinan, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi ASI Eksklusif. Seorang Ibu tak perlu khawatir jika ASI tak keluar atau keluar sangat sedikit sesaat setelah persalinan, terutama bagi ibu yang melahirkan anak pertama. (Shutterstock)

SuaraJawaTengah.id - Dokter spesialis anak dan konselor laktasi dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI mengimbau agar ibu tak perlu khawatir jika ASI tak keluar atau keluar sangat sedikit sesaat setelah persalinan, terutama bagi ibu yang melahirkan anak pertama.

"Itu bukan berarti tidak ada, di dalam sudah ada (ASI). Kalau di ASI itu ada sistem, apabila seorang ibu pernah menyusui, di payudaranya ada sel memori. Apabila nanti ibu hamil lagi, sel memori sudah lebih cepat bekerja," kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu dikutip dari ANTARA, Selasa (2/8/2022).

Biasanya sebagian ibu masih berpikir bahwa ASI pertama harus keluar secara menetes dari payudara. Padahal, setiap ibu memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Jika melahirkan anak pertama, ibu membutuhkan waktu dan perangsangan hingga akhirnya keluar dalam jumlah melimpah beberapa hari setelah melahirkan.

"Kalau ini anak pertama, menetes-netes itu nanti. Ibaratnya tempat harus penuh dulu, baru ASI menetes-netes. Kalau ini anak kedua atau ketiga, sudah ada sel memori di payudara, sehingga pada hari ketiga atau keempat sering kali ASI sudah menetes," terang Jeanne-Roos.

Baca Juga:Ria Ricis Alami Nyeri Saat Menyusui Baby R, Berapa Lama Bisa Sembuh?

Ia mengatakan ibu tak perlu cemas dihantui pertanyaan apakah ASI-nya belum diproduksi. Lebih lanjut, Jeanne-Roos menjelaskan sebetulnya ASI sudah diproduksi sejak masa kehamilan empat bulan atau 16 minggu. Namun, produksi ASI tidak akan bertambah pada saat kehamilan banyak karena hormon yang dibutuhkan beralih untuk mendukung pertumbuhan janin.

Apabila ASI tak keluar atau keluar hanya sedikit, Jeanne-Roos menyarankan agar ibu bersabar dan melakukan rangsangan dengan cara tetap menyusui bayi walau merasa ASI-nya belum keluar. Ia mengatakan dua kunci utama untuk meningkatkan produksi ASI yaitu keluarkan ASI secara rutin dengan cara menyusui langsung serta memompa payudara.

"Usahakan memompa 30 menit. Kenapa? Karena memompa itu tujuannya merangsang payudara. Kalau ada isi, maka akan keluar. Kalau bayi menyusu ke ibu, diamkan 30 menit. Bayi minum dari ibu dan selanjutnya dia memberi perangsangan pada payudara ibu. Inilah yang akan membuat produksi ASI akan bertambah," katanya.

Jeanne-Roos juga mengimbau agar orang tua tidak terburu-buru memutuskan untuk memberikan susu formula jika ASI tak keluar atau keluar hanya sedikit sebab ASI yang akan keluar dari hari ke hari sudah sesuai dengan kecukupan asupan yang dibutuhkan bayi.

Pada hari pertama kelahiran, misalnya, lambung bayi hanya berukuran sebesar kelereng bahkan masih kaku sehingga bayi akan muntah jika diberi minum dalam volume banyak. Pada hari pertama, kata Jeanne-Roos, bayi memang membutuhkan asupan yang sedikit setidaknya 5-7 ml.

Baca Juga:Celetukan Teuku Ryan Lihat Istrinya Kesakitan Beri ASI ke Anak Bikin Kaget, Netizen: Kok Nggak Malu Ya Ngomong Gitu

Selain faktor kecukupan asupan, susu formula tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi setelah masa kelahiran mengingat terdapat kandungan tertentu yang tidak bisa didapatkan jika dibandingkan dengan kandungan ASI.

"Yang paling mungkin tidak ada di susu formula adalah faktor imunnya. Lemak, protein, vitamin, dan mineral di susu formula ada. Tapi yang tidak bisa ditambahkan adalah antibodi," katanya.

Jeanne-Roos juga mengingatkan agar ibu senantiasa memeriksa dua hal penting jika bayi sudah cukup mendapatkan asupan, yaitu dilihat dari frekuensi buang air kecil bayi dan kenaikan berat badan setiap bulan sesuai target.

"Kalau bayi dengan sendirinya akan melepaskan (berhenti menyusu), belum tentu (merasa cukup asupannya), mungkin saja alirannya deras sehingga dia akan melepas. Kemudian jika bayinya lelap dan tenang tidur, mungkin dia kelelahan. Itu bukan tanda pasti. Tanda yang pasti hanya dua (frekuensi buang air kecil dan kenaikan berat badan)," kata Jeanne-Roos.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak