facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sindir Pemerintah 10 Tahun Jalan Tak Diaspal, Warga di Purwokerto Cat Jalan Agustusan dengan Cara Unik

Ronald Seger Prabowo Selasa, 02 Agustus 2022 | 18:05 WIB

Sindir Pemerintah 10 Tahun Jalan Tak Diaspal, Warga di Purwokerto Cat Jalan Agustusan dengan Cara Unik
Pengendara melintasi jalan rusak yang dicat unik oleh warga sebagai sindiran dan bentuk protes dalam rangka Agustusan di RT 3 RW 9, Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Selasa (2/8/2022). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Menjelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang, warga gotong-royong berinisiatif mengecat jalan.

SuaraJawaTengah.id - Warga RT 3 RW 9, Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas memiliki cara unik untuk menyindir pemerintah.

Menjelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang, warga gotong-royong berinisiatif mengecat jalan.

Namun tak seperti di wilayah lain, karena aspal yang rusak dicat warna putih tersebut dibentuk menyesuaikan jalan. Alhasil cat tersebut nampak berkelok-kelok.

Ketua RT setempat, Suwarto (37) mengungkapkan dua tahun sudah warga tidak merasakan aspal mulus. Padahal secara teritorial, wilayah setempat masih masuk perkotaan.

Baca Juga: Duh! Tiga Anak Laki-laki di Bawah Umur Jadi Korban Pelecehan Seksual di Banyumas, Korban Diiming-imingi Uang Rp50 Ribu

"Ya intinya warga protes lah karena jalannya bodol. Jadi jalan dicat seperti ini sebagai bentuk sindiran," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (2/8/2022).

Awalnya, usulan tersebut datang dari kemauan warga. Dirinya menolak untuk mengecat jalan karena kondisinya yang tidak memungkinkan.

"Orang jalan rusak ya pikir saya tidak usah, tapi warga berkehendak lain. Ya sudah lah tidak apa-apa," jelasnya.

Wilayah RT nya ini memang berbatasan langsung dengan Kecamatan Patikraja. Hal ini lah yang menurut Suwarto kurang mendapat perhatian dari pemerintah kelurahan.

"Ini perbatasan dengan Desa Sidabowa. Jadi dikatakan jarang perangkat lewat kesini. Jadi kalau ada pengaspalan ya tidak sampai sini," terangnya.

Baca Juga: Gelar Kegiatan HUT RI, Bupati Banyumas Ingatkan Masyarakat Soal Patuh Protokol Kesehatan

Kondisi jalan yang rusak parah menurutnya sudah dua tahunan ini. Sebelum ada pandemi warga juga pernah mengecat jalan dalam rangka Agustusan. Namun kondisinya belum separah sekarang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait