Stadion GBLA Sepi Penonton, Warganet Minta Iwan Bule Berkaca: Mending Duit Pencalonan Buat Umroh Pak

Laga persahabatan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu kurang mendapat dukungan dari masyarakat.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 25 September 2022 | 09:17 WIB
Stadion GBLA Sepi Penonton, Warganet Minta Iwan Bule Berkaca: Mending Duit Pencalonan Buat Umroh Pak
Spanduk untuk Iwan Bule (Instagram @lambeturah_bola)

SuaraJawaTengah.id - Animo masyarakat Bandung dan sekitarnya saat ada laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Curacao disorot publik di media sosial.

Pasalnya laga persahabatan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu kurang mendapat dukungan dari masyarakat.

Di layar kaca saja, kita bisa melihat secara jelas hanya beberapa tribun saja yang diisi penonton. Sedangkan sisanya kosong.

Hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab masyarakat Bandung dan sekitarnya tidak banyak yang mendukung Timnas Indonesia dari stadion.

Baca Juga:Menargetkan Kemenangan, Pelatih Curacao Kecewa Timnya Kalah dari Timnas Indonesia

Padahal biasanya saat ada laga Timnas Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong datang ke stadion untuk memberi dukungan.

Melihat kondisi seperti itu, ada seorang warganet di twitter meminta Ketua PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule berkaca diri agar mengurungkan niatnya untuk menjadi Gubernur Jawa Barat.

Menurut warganet ini Iwan Bule harus sadar bahwa masyarakat Jawa Barat sudah cerdas dalam memilih pemimpinnya.

"Pak @iriawan84 tadi liat gak animo penonton yang di stadion. Ya kira-kira sebanyak itulah animo orang yang milih bapak jadi Jabar 1 besok," ucap warganet dengan akun twitter @ygaSkip.

Ketimbang buang-buang duit untuk ikut Pilkada. Warganet ini menyarankan Iwan Bule untuk pergi melaksanakan ibadah Umroh.

Baca Juga:Bukan Dimas Drajad atau Marc Klok, 2 Pemain Ini Justru Catatkan Top Actions Timnas Indonesia Kalahkan Curacao

"Mumpung belum telat mending duit pencalonan buat umroh aja pak, malah dapat pahala," tandas warganet tersebut.

News

Terkini

Betapa terkagetnya wanita itu saat melihat mayat terbujur kaku yang tergelatak hingga mengundang kedatangan warga.

News | 11:06 WIB

Dalam berbagai kasus mafia hukum yang terjadi di Indonsesia, Mahfud MD juga menyinggung keberadaan jaksa hingga polisi.

News | 10:18 WIB

Dengan mulai dibangunnya jalur wisata Baturraden-Serang-Belik, daerah wisata di Kabupaten Banyumas-Purbalingga dan Pemalang akan saling terintegrasi.

News | 19:44 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan program Tuku Lemah Oleh Omah terus berjalan. Menurutnya program itu bisa direplikasi dalam situasi kebencanaan

News | 19:24 WIB

Pembebasan lahan menjadi kendala pada pelaksanaan Proyek Tol Semarang-Demak seksi 1. Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membentuk tim khusus

News | 19:17 WIB

Meskipun mendominasi jalannya laga sejak menit awal, PSIS Semarang harus mengakui keunggulan PSIM

News | 19:06 WIB

DKI berhasil mengalahkan perwakilan tuan rumah Jawa Tengah lewat adu penalti, 5-4.

News | 18:16 WIB

Pesepak bola Pratama Arhan dikabarkan pulang kampung ke tanah kelahirannya di Blora, Jawa Tengah

News | 18:09 WIB

Membahas kesetaraan gender, Cinta Laura Kiehl menyentil soal feminisme di Indonesia

News | 16:07 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki program unik dalam membantu warganya memiliki rumah. Yaitu "Tuku Lemah Oleh Omah"

News | 15:08 WIB

Pengungkapan kasus pembunuhan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri. Hingga kini, pelaku utama pembunuhan tersebut belum juga terungkap

News | 14:52 WIB

Edukasi keuangan digital menjadi hal yang wajib dipelajari. Apalagi kini pembayaran tunai mulai dialihkan

News | 14:45 WIB

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengecam umat muslim soal dukungan kepada Negara Qatar terhadap LQBT

News | 14:28 WIB

Curah hujan yang tinggi memberikan dampak terhadap pertanian. Hal itu terjadi di Kabupaten Kudus, ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir

News | 11:37 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan peningkatan sumberdaya manusia penting didorong. Sehingga tidak ada lagi suara miring tentang keberadaan tenaga kerja asing

News | 11:02 WIB
Tampilkan lebih banyak