7 Fakta Tragis Kebakaran di Semarang: Lansia 94 Tahun Tewas, Diduga karena Rokok

Lansia 94 tahun tewas terbakar di Semarang. Api diduga dari puntung rokok di kamar. Kebakaran cepat meluas. Polisi selidiki. Waspada bahaya rokok di rumah.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 02 Maret 2026 | 04:35 WIB
7 Fakta Tragis Kebakaran di Semarang: Lansia 94 Tahun Tewas, Diduga karena Rokok
Ilustrasi kebakaran di Semarang, lansia 94 tahun dikabarkan tewas. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kebakaran di Jalan Dr Wahidin, Semarang, menewaskan lansia berusia 94 tahun bernama Remigius Wahyono.
  • Api diduga berasal dari dalam kamar korban, bukan akibat korsleting listrik sebagaimana indikasi awal.
  • Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan resmi, meskipun dugaan awal mengarah ke puntung rokok.

SuaraJawaTengah.id - Peristiwa kebakaran tragis yang menewaskan seorang lansia terjadi di Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Korban diketahui bernama Remigius Wahyono (94). Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun dugaan awal mengarah pada aktivitas merokok di dalam kamar.

Insiden ini menyita perhatian warga sekitar karena api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bangunan rumah. Berikut rangkuman fakta penting dari peristiwa memilukan tersebut.

1. Korban Lansia Berusia 94 Tahun

Baca Juga:Cek Jadwal Azan Magrib di Semarang Hari Ini 26 Februari 2026, Lengkap dengan Bacaan Doa

Korban kebakaran diketahui adalah Remigius Wahyono, seorang lansia berusia 94 tahun. Usia korban yang sudah sangat lanjut diduga membuatnya kesulitan menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelompok lansia termasuk yang paling rentan dalam situasi darurat seperti kebakaran rumah.

2. Api Pertama Kali Terlihat dari Kamar Korban

Menurut keterangan penghuni rumah sekaligus menantu korban, Rijono Subroto, sumber api pertama kali terlihat dari dalam kamar tempat korban berada.

Ia menuturkan bahwa dugaan tersebut masih bersifat praduga awal dan menunggu hasil penyelidikan resmi.

Baca Juga:Horor di Tol Kaligawe: 6 Debt Collector Brutal Ditangkap Usai Coba Rampas Mobil Berisi 5 Wanita!

“Praduga saya saja ya, soal kebenaran saya belum tahu, biar penyelidikan,” ujarnya.
Temuan awal ini menjadi petunjuk penting bagi aparat dalam menelusuri penyebab kebakaran.

3. Diduga Berasal dari Puntung Rokok

Rijono mengungkapkan bahwa mertuanya memang memiliki kebiasaan merokok pada pagi hari. Hal inilah yang membuatnya menduga kuat bahwa api kemungkinan berasal dari puntung rokok.

“Menurut saya, besar kemungkinan api dari rokok mertua saya. Mertua saya kalau pagi sering merokok,” katanya.
Meski demikian, dugaan ini masih menunggu konfirmasi resmi dari penyelidikan kepolisian.

4. Indikasi Kebakaran Bukan dari Korsleting

Ada beberapa alasan yang membuat keluarga menduga kebakaran bukan disebabkan korsleting listrik. Rijono menjelaskan bahwa api muncul dari dalam kamar, bukan dari area instalasi listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak