Digempur Habis-habisan AS dan Israel, Bagaimana Nasib Program Nuklir Iran?

Serangan AS-Israel ke fasilitas nuklir Iran menyisakan ketidakpastian nasib program nuklir Teheran, meski kerusakan serius terjadi. Iran diduga masih bisa bangkit.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 02 Maret 2026 | 03:51 WIB
Digempur Habis-habisan AS dan Israel, Bagaimana Nasib Program Nuklir Iran?
Ilustrasi perang - Perang Israel vs Iran. (Gemini)
Baca 10 detik
  • Serangan AS dan Israel pada 28 Februari menghantam tiga fasilitas nuklir utama Iran di Isfahan, Natanz, dan Fordo.
  • IAEA mengonfirmasi kerusakan serius namun tidak total, membuka kemungkinan dimulainya kembali pengayaan uranium dalam beberapa bulan.
  • Kegagalan diplomasi memicu eskalasi, ditandai Iran memperkuat kompleks bawah tanah yang belum pernah diserang.

SuaraJawaTengah.id - Serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas nuklir Iran telah menimbulkan satu pertanyaan krusial: bagaimana nasib program nuklir Teheran kini?

Setelah fasilitas utamanya "diratakan", ketidakpastian menyelimuti kemampuan dan niat Iran yang sebenarnya.

Operasi tempur yang dimulai Sabtu (28/02) waktu setempat itu menghantam tiga situs nuklir utama: kompleks penelitian di Isfahan, serta fasilitas pengayaan uranium di Natanz dan Fordo. Presiden AS, Donald Trump, mengklaim fasilitas tersebut telah "diratakan."

Namun, gambaran situasinya tidak sepenuhnya jelas. beberapa hari setelah serangan, Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, dikutip dari BBC menyatakan serangan tersebut memang menyebabkan kerusakan serius, kendatipun "tidak total."

Baca Juga:Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran

Pernyataan ini membuka kemungkinan bahwa beberapa aktivitas pengayaan nuklir dapat dimulai kembali dalam beberapa bulan.

Kini, ketidakpastian menjadi masalah terbesar. Grossi mengakui pada Januari lalu bahwa IAEA sudah tujuh bulan tidak dapat memeriksa persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran di tiga situs utama yang dibom.

Ilustrasi energi nuklir. (Pixabay)
Ilustrasi energi nuklir. (Pixabay)

Padahal, sebelum serangan pada Juni 2025 lalu, IAEA memperkirakan Iran memiliki 440kg uranium yang diperkaya hingga 60%, level yang sangat dekat dengan 90% yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.

Jumlah itu disebut cukup untuk memproduksi 10 bom nuklir.

Pihak Iran sendiri memberikan sinyal yang beragam. Pada November 2025, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan kepada The Economist bahwa pengayaan uranium "sekarang sudah dihentikan."

Baca Juga:Benarkah Perang Dunia Ketiga Iran-Israel Awal Kiamat? Ini Kata Buya Yahya

Namun, di bulan berikutnya ia menegaskan kepada Fox News: "Ya, mereka menghancurkan fasilitas, mesin-mesin... tetapi teknologi tidak dapat dibom, dan tekad juga tidak dapat dibom."

Lantas, bagaimana kita sampai di titik ini?

Serangan ini merupakan puncak dari kegagalan diplomasi yang berlarut-larut. Putaran ketiga perundingan tidak langsung antara Iran dan AS di Jenewa pada 26 Februari gagal total.

Ini menyusul lima putaran negosiasi pada Mei 2025 yang juga buntu.

Eskalasi dimulai ketika Israel melancarkan serangan mendadak pada Juni 2025, yang memicu konflik 12 hari dan membuat AS turut menggempur tiga lokasi nuklir utama Iran.

Ancaman dari Presiden Trump pada 19 Februari lalu menjadi kenyataan, di mana ia memperingatkan "hal-hal buruk" akan terjadi jika "kesepakatan yang berarti" tidak tercapai. "Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, itu sangat sederhana," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak