Cegah Osteoporosis Sejak Dini dengan "Menabung Tulang"

Menjalani gaya hidup sehat sejak muda adalah salah satu cara "menabung tulang" demi mencegah osteoporosis di usia senja

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 06:00 WIB
Cegah Osteoporosis Sejak Dini dengan "Menabung Tulang"
Ilustrasi. Menjalani gaya hidup sehat sejak muda adalah salah satu cara "menabung tulang" demi mencegah osteoporosis di usia senja. (Shutterstock)

SuaraJawaTengah.id - Menjalani gaya hidup sehat sejak muda adalah salah satu cara "menabung tulang" demi mencegah osteoporosis di usia senja. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dr. Lily Indriani Octovia, MT, M.Gizi, Sp.GK(K).

"Kalau 'tabungan' tulang banyak, kita akan tercegah dari osteoporosis," kata Lily dikutip dari ANTARA, pada Kamis (20/10/2022).

Masyarakat sejak remaja hingga yang usianya masih di bawah 30 tahun harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk "menabung" cadangan tulang dengan gaya hidup sehat seperti latihan fisik teratur dan mengonsumsi nutrisi baik untuk tubuh.

Setelah menginjak kepala tiga, secara alami massa tulang akan menurun seiring dengan pertambahan usia. Ketika "tabungan tulang" banyak, maka tulang akan tetap kuat ketika usia sudah berlanjut.

Baca Juga:4 Cara Efektif untuk Mencegah Osteoporosis, Kuncinya Konsistensi!

Olahraga yang meliputi juga angkat beban, latihan resistensi serta latihan keseimbangan bisa dimasukkan ke dalam agenda rutin demi menjaga kesehatan tulang.

Lily mengatakan asupan makanan yang mengandung kalsium seperti kacang-kacangan, tempe, tahu dan susu serta protein juga penting untuk dikonsumsi, begitu juga vitamin D yang bersumber dari cahaya matahari.

"Berjemur seminggu tiga kali, di Indonesia rentang amannya jam sembilan pagi," jelas dia.

Durasinya cukup 10 menit untuk pemilik tubuh ideal dan bukan lansia, tapi orang yang kegemukan disarankan untuk memperpanjang durasinya menjadi 20 menit. Ketika berjemur, lindungi wajah dengan tabir surya atau topi.

"Yang dipaparkan matahari itu badan dan tangan," katanya.

Baca Juga:Sama-sama Kerusakan Tulang Kronis, Ini Bedanya Osteoporosis dan Osteoarthritis

Bila asupan kalsium, protein, dan vitamin D kurang optimal, Lily menyarankan untuk segera mengecek kesehatan tulang. Bila tidak ada masalah, pengecekan bisa diulangi lagi tahun berikutnya.

Bila ditemukan masalah tulang, segera cegah dengan perawatan untuk mencegah masalah lebih parah. Bila terlambat didiagnosis, tulang menjadi rapuh dan mudah patah, utamanya tulang penjaga badan seperti tulang panggul dan tulang belakang.

Dia berpesan kepada masyarakat untuk menjalani hidup sehat dan tidak minum alkohol serta hindari merokok untuk kesehatan tulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak