Bahkan, aktifitas di pad 38 Karangtengah mulai berjalan. Tak ada pilihan. Masyarakat turun ke jalan berharap proyek bisa dihentikan.
Suara lantang teriakan orasi penolakan warga berseru. Poster tulisan “Tolak PLTP dan #saveDieng” pun tak ketinggalan.
Tak hanya itu, warga Karangtengah pun menggelar sholat istighosah dan doa bersama.
"Memohon kepada Allah SWT bahwa kami sedang mempertahankan ruang hidup kami,"jelas Sidi, warga Karangtengah, Dieng.
Sidi menjelaskan, proyek yang saat ini ditolak warga adalah rencana pengaktifan kembali well pad 9.
Baca Juga:Pemerintah Berencana Bangun Pembangkit Geothermal dan Nuklir untuk Capai Target Net Zero Emission
"Sudah, tapi yang direspon well pad 38 yang sama pak Bupati digembok dan itupun sementara karena suratnya belum turun. Nah ini well pad 9 itu proyek lama, sekitar 5 tahun nggak berfungsi nah ini mulai mengebor kembali,"tuturnya.
Dari peta udara, tampak lokasi pad 38 yang sangat dekat dengan pemukiman warga. Bahkan, disebut-sebut hanya 1 meter antara lokasi dengan rumah warga.
"Mereka melakukan pembangunan tidak ada 1 meter dengan pemukiman, bahkan dengan rumah mbah saya. Selain dekat dengan rumah juga lagi-lagi dekat dengan mata air yang mengaliri ribuan hektar dan 6 Desa," paparnya.
Geodipa unit 2 dibangun di atas lahan dari PLN. Kemudian area tersebut diluaskan hingga mendekati rumah warga.
"Jadi 6 hektar yang kemudian diperluas ke tanah milik masyarakat. Jadi dari awal pembangunan itu masyarakat sudah menolak tentang pengeboran di unit 2 karena terlalu dekat, ditambah dampaknya. Masyarakat sudah melakukan upaya penolakan. Tapi katanya mereka ingin membuat mes perusahaan untuk para pekerja. Jadi masyarakat berfikir ya tidak apa-apa kalau untuk rumah perusahaan tapi kemudian muncul proposal denah untuk sumur geothermal," ungkapnya.
Baca Juga:PGE dan ORMAT Kolaborasi Kembangkan Teknologi Binary
Warga menganggap, rencana pengembangan well pad 9 guna menyokong pembangunan PLTP Dieng Unit II dianggap sebagai bentuk kerusakan serta penyerobotan ruang hidup warga desa Karangtengah.
Tak hanya itu, sejumlah kejadian kecelakaan lain juga pernah terjadi yakni pada well pad 1, 12, 28 dan 31 yang mengalami ledakan pipa dan kebocoran gas pada tahun 2007, 2016 dan 12 Maret 2022.
Kejadian tersebut mengakibatkan korban jiwa dan menyebabkan trauma kolektif juga teror bagi warga yang berada di sekitar well pad 9.
Tak cukup disitu, masyarakat merasa diadu domba dengan adanya rekrutmen pekerja yang ditawarkan oleh PT Geo Dipa kepada warga setempat.
Ditengah situasi tak kondusif, masyarakat Dieng yang menolak projek PLTP Dieng Unit 2 mendapat kabar tak menyenangkan. Pihak PLTP melakukan rekruitmen warga setempat untuk dipekerjakan di perkebunan.
Sontak, seakan arang kembali terbakar. Ramai-ramai warga menghampiri area perkebunan.