Kisah Panjang Dibalik Kekayaan Alam Dataran Tinggi Dieng, Tak Terima Dirusak oleh Aktivitas Proyek Geothermal

Dataran Tinggi Dieng memiliki potensi energi yang luar biasa, namun tak disangka warga sekitar menolak keras dengan proyek-proyek untuk mengambil kekayaan alam warisan leluhur

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 02 November 2022 | 12:16 WIB
Kisah Panjang Dibalik Kekayaan Alam Dataran Tinggi Dieng, Tak Terima Dirusak oleh Aktivitas Proyek Geothermal
Petani beraktivitas di sekitar sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom.

Masyarakat Bakal ingin menyampaikan suara pada kesempatan tersebut. Sebab, masyarakat Bakal juga turut merasakan dampak dari projek PLTP.

Sehingga, masyarakat Bakal merasa punya hak untuk menyampaikan pendapatnya.

Agenda mediasipun dimulai normal. Namun ketika masyarakat Bakal datang dengan membawa poster penolakan, kericuhan terjadi.

Berawal dari adu mulut lantaran tamu tak diundang hingga berujung kekerasan.

Baca Juga:Pemerintah Berencana Bangun Pembangkit Geothermal dan Nuklir untuk Capai Target Net Zero Emission

"Gedebuk!"

Seseorang terjatuh lalu terinjak.

Sontak warga lainnya tak terima. Makin tak terkendali.

"Woi, woi !," teriakan para warga lainnya saat melihat ada pukulan lain.

Dafiq adalah salah satu korban yang menyebut telah terjatuh ,terinjak dan dipukul oleh pihak lawan.

Baca Juga:PGE dan ORMAT Kolaborasi Kembangkan Teknologi Binary

Aksi warga menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berakhir ricuh, Senin (24/10/2022). [Sura.com/Citra Ningsih]
Aksi warga menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berakhir ricuh, Senin (24/10/2022). [Sura.com/Citra Ningsih]

Tanpa mengenakan alas kaki karena hilang, ia berhasil keluar dari kerumunan. Namun suasana masih memanas.

"Entah siapa, tapi yang jelas mereka bukan pihak kami. Karena kami sudah pakai atribut khusus," jelas Dafiq sambil menunjukkan luka yang sedikit lebam.

"Ini sama ini, tapi yang keinjak nggak kliatan bekasnya," ungkap Dafiq kepada warga lainnya.

Aparat kepolisian dan TNI yang di lokasi kewalahan melerai kericuhan yang terjadi di balaidesa Karangtengah, Senin (24/10/2022).

Agenda mediasi terhenti. Pihak Bupati dengan PT Geo Dipa memutuskan mengadakan rapat kecil.

Malam hari, suasana sedikit mereda. Bupati mengumumkan putusannya dihadapan warga di tempat yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak