Perayaan Tahun Baru 2023, Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM di Jateng dan DIY

Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Budi Arista Romadhoni
Senin, 02 Januari 2023 | 14:35 WIB
Perayaan Tahun Baru 2023, Pertamina Catat Peningkatan Konsumsi BBM di Jateng dan DIY
Ilustrasi SPBU. Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). [Dok Pertamina]

SuaraJawaTengah.id - Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga mencatat bahwa dalam selama masa Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG Nataru dari kurun waktu 15 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023, sejumlah konsumsi BBM, LPG dan Avtur mengalami konsumsi yang melonjak dibandingkan pola konsumsi pada momen Nataru di tahun-tahun sebelumnya untuk wilayah Jateng dan DIY.

Hal tersebut dikemukakan oleh Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho pada Senin (2/1).

Brasto menjelaskan momen nataru kali ini, puncak konsumsi BBM jenis Gasoline di Jawa Tengah dan DIY terjadi di tanggal 27 Desember 2022.

Baca Juga:Sambut Tahun Baru 2023, Jokowi Ungkap Resolusinya

"Bila pada tahun-tahun sebelumnya jelang Tahun Baru puncak konsumsi Gasoline terjadi di tanggal 29 Desember 2022 kini terjadi lebih awal, yaitu di tanggal 27 Desember 2022 yaitu 17% dari rata-rata konsumsi harian 12.613 kiloliter (KL)/hari menjadi 14.722 KL/hari. Begitupun untuk konsumsi di sejumlah fasilitas pengisian BBM di tol trans jawa yang melonjak presentasenya hingga 183% dibanding konsumsi harian pada kondisi normal, kenaikan konsumsi BBM ini di indikasi karena pengemudi menghindari prediksi cuaca buruk di tanggal 28 Desember 2022 sehingga mobilisasi terjadi di tanggal 27 Desember 2022," ungkap Brasto.

"Kami mencatat belum adanya peningkatan konsumsi untuk arus balik pasca libur Nataru baik dari konsumsi BBM maupun konsumsi Avtur, namun demikian untuk konsumsi Gasoil dan BBM Industri masih mengalami penurunan konsumsi (Gasoil retail turun 33% dan Gasoil industri turun 98% dibandingkan rata-rata konsumsi harian) dikarenakan belum adanya aktivitas logistik dan kegiatan industri pasca libur tahun baru," tambah Brasto

Terkait konsumsi LPG, selama masa Satgas 2023 Pertamina mencatat terdapat perubaan pola konsumsi, bila pada tahun sebelumnya puncak konsumsi LPG di Jawa Tengah dan DIY terjadi di H-3 Natal dan H-2 Tahun Baru, pada satgas tahun ini puncak konsumsi LPG terjadi pada tanggal 26 Desember yaitu 4.931 metrik ton/hari dan 4.835 metrik ton/hari pada 27 Desember 2022. Jumlah ini naik 10% dan 8% dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal di bulan Oktober 2022, yaitu 4,482 metrik ton/hari.

Sementara itu, untuk lonjakan konsumsi avtur di empat bandara di wilayah Jawa Tengah dan DIY, yaitu Bandara Adi Sumarmo Boyolali, Bandara Adi Sucipto Sleman, dan Bandara Yogyakarta International Airport Kulonprogo.

"Presentase konsumsi Avtur menjadi presentase yang terbesar dibanding kenaikan produk BBM dan LPG, konsumsi Avtur di tanggal 16 Desember 2022 naik hingga 74% dengan angka 321 KL/hari, kemudian diikuti oleh kenaikan di tanggal 23 Desember 2022 sebesar 308 KL/hari dengan presentase 67%. Ketiga presentase tersebut didapat dari pembanding rata rata harian normal di bulan Oktober 2022 yaitu dari 184 KL/hari," ujar Brasto.

Baca Juga:3 Pilihan Orang dalam Merayakan Tahun Baru, Kamu Termasuk yang Mana?

Satgas Nataru juga mencatat beberapa kota yang terjadi lonjakan konsumsi cukup signifikan selama periode satgas tanggal 15 Desember hingga hari ini (02/01) dan dibandingkan dengan rata-rata harian konsumsi pada masing-masing kota.

Kota dengan kenaikan tertinggi untuk produk BBM Gasoline adalah Kabupaten Batang naik 20,2% lalu Kabupaten Tegal naik 16,6% dan disusul Kabupaten Kulonprogo naik 14,1% lalu untuk LPG adalah Kabupaten Batang 17,1% kemudian Kabupaten Wonosobo 16,8% dan terakhir Kabupaten Pati 16,5%.

Jawa Tengah menjadi provinsi yang mengalami kenaikan konsumsi BBM dan LPG cukup signifikan, hal tersebut dilengkapi juga oleh kenaikan Avtur.

Kenaikan konsumsi Avtur tertinggi berada di Bandara Achmad Yani dengan kenaikan sebesar 68,8% dan Bandara Adi Soemarmo sebesar 68,6% yang dibandingkan dengan rata-rata konsumsi normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak