Delia Yuniar, Pemilik Usaha Batik Smile Semarang yang Juga Seorang Mahasiswa Binus Business School

Saat ini, Batik Smile Semarang sudah bisa menerima pesanan dalam jumlah besar.

Fabiola Febrinastri
Selasa, 31 Januari 2023 | 09:45 WIB
Delia Yuniar, Pemilik Usaha Batik Smile Semarang yang Juga Seorang Mahasiswa Binus Business School
Delia Yuniar, pemilik Batik Smile Semarang yang saat ini sedang menempuh studi di Binus Business School program MM Blended Learning. (Dok: Dais Agency)

Aksi sosial tersebut lalu disambut dengan respons positif oleh pihak rumah sakit. Akhirnya, Delia pun mulai menerima lebih banyak pesanan APD dari berbagai tempat sehingga dirinya tak perlu memecat satu pun karyawan selama masa pandemi. Hingga kini, Delia sudah membawahi sekitar 12 karyawan dan 20 penjahit.

Pentingnya Adaptasi di Dunia Bisnis

Melihat keberhasilan Batik Smile Semarang saat menghadapi pandemi Covid-19, Delia mengerti betul pentingnya beradaptasi saat berkutat di dunia bisnis. Bahkan, saat dunia sudah mulai kembali normal, Delia tetap terus beradaptasi dan tidak berhenti belajar hal baru, termasuk dalam menggencarkan aktivitas digital marketing pada bisnisnya  untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas serta memberikan kemudahan akses bagi pelanggannya.

Delia Yuniar mengisi sesi Knowledge Sharing Binus Business School di Anak Panah Kopi Gajah Mada Plus, Semarang.  (Dok: Dais Agency)
Delia Yuniar mengisi sesi Knowledge Sharing Binus Business School di Anak Panah Kopi Gajah Mada Plus, Semarang. (Dok: Dais Agency)

Delia mengaku, kini dirinya sedang berusaha memaksimalkan online shop Batik Smile Semarang, khususnya di Shopee dan Instagram. Sebelumnya, Batik Smile Semarang juga sudah membuat e-katalog dan menggunakan Moka POS untuk sistem pembayarannya. Menurut Delia, mengikuti perkembangan zaman adalah salah satu modal penting dalam berbisnis karena itu artinya bisnisnya akan terus dianggap relevan oleh masyarakat, khususnya pelanggan.

Baca Juga:European Union dan ASEAN Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Binus University Lewat Program SHARE

Saat ini, Batik Smile Semarang sudah bisa menerima pesanan dalam jumlah besar dengan waktu pengerjaan selama 14 hari saja. Customer juga bisa langsung datang ke lokasi Batik Smile Semarang untuk pemilihan bahan dan model sebelum akhirnya dijahit. Di sisi lain, pelanggan juga bisa menukarkan produk asal masih dalam jangka waktu tujuh hari setelah pembelian dan setruk serta tag harga tidak hilang/copot.

Keberhasilan Delia Yuniar dalam menjalankan usaha batik ini tidak lain karena dirinya memiliki bekal di bidang Bisnis Manajemen. Perjalanannya melanjutkan studi ke Binus Business School dengan mengambil program MM Blended Learning antara lain karena dirinya ingin memperoleh lebih banyak lagi koneksi, khususnya di Jakarta, tapi tetap bisa sambil mengelola bisnisnya yang berada di Banyumanik dan Semarang.

Setelah mengetahui perjalanan Delia Yuniar mengembangkan usaha batiknya sambil melanjutkan studi S-2, apakah kamu juga mulai tertarik untuk jadi Binusian? Yuk, cari tahu informasi selengkapnya terkait program MM Blended Learning yang diikuti Delia dengan cara klik di sini

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini