Niat Hemat Malah Boncos, Ini Bahaya Oplos BBM Imbas Harga Pertamax Turbo Meroket Tajam

Mengoplos BBM demi hemat biaya adalah tindakan keliru. Selain menurunkan performa, praktik ini berisiko merusak mesin hingga biaya perbaikan belasan juta.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 20 April 2026 | 17:01 WIB
Niat Hemat Malah Boncos, Ini Bahaya Oplos BBM Imbas Harga Pertamax Turbo Meroket Tajam
Ilustrasi SPBU. Ini bahayanya mengoplos BBM di tengah harga yang melambung. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi secara drastis di wilayah DKI Jakarta mulai tanggal 18 April 2026.
  • Pakar otomotif ITB memperingatkan bahwa mencampur atau menurunkan oktan BBM dapat merusak komponen mesin secara fatal.
  • Praktik pengoplosan bahan bakar berisiko menyebabkan kerusakan komponen vital yang memerlukan biaya perbaikan hingga belasan juta rupiah.

SuaraJawaTengah.id - Kenaikan drastis harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi membuat sebagian pemilik kendaraan pusing tujuh keliling. Di tengah lonjakan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, ide untuk menghemat dengan cara mencampur atau mengoplos BBM dengan oktan lebih rendah pun muncul.

Namun, alih-alih untung, langkah ini justru bisa berujung buntung dengan risiko kerusakan mesin yang mengintai.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mewanti-wanti bahwa niat berhemat dengan cara mengoplos BBM adalah sebuah kekeliruan fatal.

Menurutnya, praktik ini tidak hanya menurunkan performa kendaraan, tetapi juga mempercepat kerusakan komponen vital yang biaya perbaikannya bisa menguras kantong hingga belasan juta rupiah.

Baca Juga:Ratusan Pengemudi Ojol di Purwokerto Turun ke Jalan, Tuntut Tarif Operasional Naik

Salah satu praktik yang keliru adalah mengganti BBM beroktan tinggi ke oktan yang lebih rendah secara tiba-tiba demi menekan pengeluaran. Dampaknya justru berkebalikan dari tujuan awal.

“Risiko utama mengganti jenis BBM beroktan lebih rendah pada kendaraan adalah mesin menjadi panas berlebih, tenaga drop drastis, dan konsumsi BBM justru meningkat,” ujar Yannes dikutip dari ANTARA, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam jangka waktu pemakaian 10.000–20.000 km, kebiasaan ini dapat memicu penumpukan deposit karbon di ruang bakar dan injektor.

Akibatnya, mesin terasa bergetar saat idle, akselerasi menjadi tersendat, dan emisi gas buang semakin kotor. Risiko ini bahkan berlipat ganda pada kendaraan modern dengan spesifikasi mesin tinggi, seperti yang menggunakan turbo.

Bahaya Mencampur Pertamax Turbo dan Pertamax Biasa 

Baca Juga:Harga BBM Naik, Ekonom Yakin Indonesia Bisa Menghadapi Dampak Terburuknya

Petugas mengangkat nozzle mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo usai melayani pelanggan di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom].
Petugas mengangkat nozzle mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo usai melayani pelanggan di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom].

Lebih jauh lagi, Yannes menegaskan praktik mencampur dua jenis BBM berbeda, misalnya Pertamax Turbo (RON 98) dengan Pertamax (RON 92), adalah solusi sesat yang sangat tidak disarankan.

“Tidak disarankan mencampur Pertamax Turbo dengan Pertamax biasa, sebab kedua jenis BBM ini memiliki komposisi aditif, densitas, dan karakteristik pembakaran berbeda,” tegas Yannes.

Campuran yang tidak homogen ini akan menghasilkan nilai oktan yang tidak stabil. Dalam jangka menengah, hal ini dapat memicu degradasi performa, pembakaran tidak sempurna, hingga munculnya knocking  atau ngelitik sporadis pada mesin.

Lebih parah lagi, campuran ini bisa membentuk endapan yang berpotensi menyumbat filter bahan bakar dan merusak sistem injeksi bertekanan tinggi.

Pada akhirnya, penghematan beberapa puluh ribu rupiah dari hasil mengoplos BBM tidak akan sebanding dengan potensi kerugian yang ditimbulkan.

“Kerusakan komponen ini dalam jangka panjang akan membuat kita harus mengeluarkan biaya perbaikan hingga belasan juta rupiah,” pungkasnya. "Lebih bijak pilih satu jenis sesuai spesifikasi yang ditentukan pabrikan.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak