BMKG Prediksi April 2023 Memasuki Musim Kemarau, Legislatif Ingatkan Pemprov Jateng untuk Antisipasi Potensi Kekeringan

BMKG memprakirakan musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada April 2023, legislatif pun meminta Pemprov Jateng untuk mengantisipasi terjadinya bencana kekeringan

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 29 Maret 2023 | 15:57 WIB
BMKG Prediksi April 2023 Memasuki Musim Kemarau, Legislatif Ingatkan Pemprov Jateng untuk Antisipasi Potensi Kekeringan
Ilustrasi kekeringan. BMKG memprakirakan musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada April 2023, legislatif pun meminta Pemprov Jateng untuk mengantisipasi terjadinya bencana kekeringan. (Shutterstock)

Sementara itu, instansi terkait juga perlu melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Hal ini bisa dilakukan dengan mendirikan menara pengawas dengan jarak pandang jauh yang dilengkapi sarana deteksi seperti teropong dan sarana alat komunikasi.

Ia melanjutkan, upaya lain misalnya juga bisa dilakukan dengan membuat pos jaga di sekitar area tanaman dan juga di kawasan perbatasan dengan penduduk ataupun di dekat lahan usaha. Sehingga ketika nantinya timbul percikan api bisa langsung dipadamkan sebelum menyebar luas.

"Kami sarankan juga kepada pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan yang mudah memercikan api di kawasan hutan atau pada lahan yang mudah terbakar," ungkap Heri.

Prediksi Kemarau di Jateng

Baca Juga:Legislatif Minta Ganjar Tak Ikut-ikutan Tolak Israel di Piala Dunia U-20, Wakil Ketua DPRD: Jateng Masih Punya PR Banyak

Sementara itu, BMKG Stasiun Klimatologi Semarang memprakirakan bahwa awal musim kemarau tahun 2023 di wilayah Jawa Tengah umumnya diprakirakan terjadi pada bulan Mei 2023. Meskipun begitu, awal musim kemarau tahun 2023 paling awal terjadi pada bulan April Dasarian II (pertengahan April 2023).

"Ini berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, serta memperhatikan perkembangan kondisi fisis dan dinamika atmosfer regional maupun global yang sedang berlangsung, serta kecenderungannya yang dapat mempengaruhi kondisi iklim," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Sukasno.

Selain itu, BMKG Stasiun Klimatologi Semarang juga memprakirakan awal musim kemarau tahun 2023 umumnya adalah sama dan maju (lebih cepat) satu dasarian dari normalnya. Sifat hujan musim kemarau umumnya diprakirakan Bawah Normal (BN) hingga Normal (N).

“Puncak musim kemarau tahun 2023 umumnya diprakirakan terjadi pada bulan Agustus tahun 2023. Puncak musim kemarau 2023 umumnya sama dan maju (lebih cepat) satu bulan dari normalnya,” ungkap Sukasno dalam keterangan persnya.

Baca Juga:Peringatan Dini BMKG! Gelombang hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini