"Sehingga, tersangka kita bawa ke lokasi untuk menunjukkan tempat dimana tersangka melakukan pembunuhan atau penguburan," terangnya.
Proses pencarian korban berlangsung selama 2 hari. Pada hari pertama, penggalian dilakukan secara manual namun belum berhasil ditemukan.
"Sampai di TKP dia (Slamet Tohari) yakin bahwa TKP nya ada di kebun milik masyarakat. Penggalian dilakukan secara manual , dihari pertama itu dari jam 11 sampai pukul 5 sore, dan kita tidak mendapatkan (mauat korban)," kata dia.
Kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan menggunakan alat berat. Namun hasilnya juga masih nihil.
Baca Juga:Setahun Menghilang, Theresia dan Okta Korban Dukun Mbah Slamet Dimakamkan di Magelang
"Akhirnya kita berupaya, minta bupati untuk pinjam alat berat, hari kedua kita gali semua sampai menjadi seperti kolam," terangnya.
Kini, kepolisian terus melakukan pendalaman interogasi terhadap tersangka untuk memastikan lokasi penguburan 16 korban lainnya.
"Sebenarnya tempat menguburnya 16 orang ini dimana? nah ini terus kita lakukan (interogasi)," tegasnya.
Sementara saat ini, kepolisian telah mendapat laporan orang hilang sebanyak 22 aduan.
"Sekarang sudah ada 22 laporan (orang hilang). Sedangkan yang sudah dikembalikan 8 jenazah. Jadi masih ditunggu untuk ante mortemnya," jelasnya.
Baca Juga:Suasana Haru Menyelimuti Serah Terima Jenazah Korban Pembunuhan Berencana Mbah Slamet
Tak hanya jumlah korban yang bertambah, polisi berhasil menguak kejahatan yang dilakukan oleh Mbah Slamet sudah dilakukan sejak tahun 2011.