Kisah Dibalik Kesederhanaan Gus Baha, Tak Pernah Mau Duduk di Kursi Saat Berdakwah

Gus Baha tidak pernah tampak berada di podium saat mengisi pengajian. Jangankan di podium, berada di atas kursi pun adalah pemandangan yang cukup langka

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 09 September 2023 | 08:37 WIB
Kisah Dibalik Kesederhanaan Gus Baha, Tak Pernah Mau Duduk di Kursi Saat Berdakwah
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, membagikan ceritanya saat sowan sekaligus nyantri kepada KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha.

SuaraJawaTengah.id - Pendakwah KH Bahauddin Nur Salim atau sering dipanggil Gus Baha selalu menjadi sorotan publik. Hal itu karena selalu menunjukan kesederhanaannya meski sudah dianggap sebagai ulama besar.

Ceramah ulama Nahdlatul Ulama (NU) asal Rembang, Jawa Tengah ini telah memberi warna tersendiri.

Di samping cara materi yang disampaikan selalu renyah, mudah dipahami, juga penampilannya yang khas, sederhana. Selalu terlihat mengenakan baju putih, sarung, dan kopiah yang kadang terpasang miring.

Bila sedikit jeli, Gus Baha tidak pernah tampak berada di podium saat mengisi pengajian. Jangankan di podium, berada di atas kursi pun adalah pemandangan yang cukup langka.

Baca Juga:Beda Hari Raya Idul Fitri Muhammadiyah dan NU, Gus Baha: Tidak Usah Nimbrung Jika Tak Tahu Ilmunya

Hal ini dapat ditelusuri video-video Gus Baha yang berhasil diabadikan di sosial media.

Gus Baha memang tidak berkenan duduk di kursi saat mengisi pengajian, meski terdapat kondisi yang kadang ia sulit menolaknya, 'memaksa' harus berada di atas kursi, lebih tinggi dari jamaahnya. Gus Baha mengaku hal itu memang permintaannya saat diundang orang-orang untuk mengisi majelis ilmu.

"Betul ini, saya tidak sombong. Kenapa saya kalau ngaji tidak suka ada podium atau kursi?" ujarnya dikutip dari NU Online pada Sabtu (9/9/2023).

Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menjelaskan bahwa, dirinya ingin sejajar dengan jamaah atau pendengar yang hendak menggali ilmu Allah darinya. Pasalnya, mereka adalah umat Nabi Muhammad, satu status yang sama dengannya.

"Saya sampaikan kepada pengeran, paling tidak Allah tahu hati saya jika saya ingin sejajar dengan umat Nabi Muhammad," jelas Gus Baha.

Baca Juga:Keluarga Klarifikasi Kabar Anak Mamah Dedeh Pindah Agama: Itu Hoaks

Gus Baha tidak melarang kiai atau ulama duduk lebih tinggi dari jamaahnya. Bahkan menurutnya hal itu adalah salah satu ciri khas ulama.

Pernyataan ini kerap disampaikan Gus Baha kepada orang-orang yang bertanya terkait pilihannya yang tidak berkenan duduk di atas kursi dan di podium saat diundang menyampaikan ilmu.

"Ya saya senang ketika ada kiai yang di atas, karena itu adalah ciri khas ulama yang ada di atas kursi. Tapi (untuk) saya sendiri "pengeran, yang mengaji ke saya itu umatnya Nabi Muhammad. Satu kelas saja. Mereka sanadnya sampai ke Nabi, saya juga, itu kan satu kelas"," ujarnya.

Sikap ini selalu ditanamkan Gus Baha sebagai pengingat pribadinya. Ia tidak harus berada di posisi lebih tinggi dengan memilih duduk di kursi saat berada di hadapan umat Nabi Muhammad yang sudah berusaha menimba ilmu.

"Sebagai pengingat bahwa kami ini sederajat, maka saya tidak perlu duduk lebih tinggi dari mereka," terangnya.

Dengan alasan tersebut, pihak yang mengundang Gus Baha akhirnya memahami saat dirinya meminta tak perlu memakai kursi atau podium di lokasi pengajian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini