Setelah melalui proses pengkajian, diadakanlah perluasan Pasar Johar dengan menebang Pohon Johar untuk membangun los baru. Sekitar tahun 1931, gedung penjara tua yang berada didekat Pasar Johar dibongkar setelah 150 tahun berdiri.
Lalu pada tahun 1933, bangunan Pasar Johar mendapat usulan dari seorang arsitektur Belanda yang ingin merancang bentuk bangunan menyerupai Pasar Jatingaleh. Tetapi denga ukuran yang jauh lebih besar.
Namun rancangan tersebut diubah tiga tahun berikutnya karena alasan efisiensi. Setelah selesai, kabarnya Pasar Johar pada zaman itu salah satu pasar tradisional terbesar dan tercantik di kawasan Asia Tenggara.
Itulah gambaran sekilas tentang sejarah dan perjalanan Pasar Johar dalam mewarnai perkembangan Kota Semarang.
Baca Juga:Peringatan Hari Guru, Wali Kota Semarang Beri Pesan Menyentuh, Singgung Soal Kasus Perundungan
Kontributor : Ikhsan