SBY hingga AHY Keliling Jawa Tengah, Partai Demokrat Incar Suara Generasi Z

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan generasi z saat melakukan safari politik di Kota Semarang.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 16 Januari 2024 | 00:48 WIB
SBY hingga AHY Keliling Jawa Tengah, Partai Demokrat Incar Suara Generasi Z
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan generasi z di Kota Semarang pada Senin (15/1/2024).

SuaraJawaTengah.id - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan generasi z saat melakukan safari politik di Kota Semarang. 

Salah satu isu yang dibahas yakni tantangan di bidang ekonomi, khususnya berkaitan dengan lapangan pekerjaan.  

"Banyak yang menunjukkan kepeduliannya untuk masa depan Indonesia yang semakin baik dari berbagai aspek. Betapa pentingnya kita membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul," kata AHY saat berdialog dengan influencer di Kota Semarang, Senin (16/1/2024) malam. 

Menurut dia, Indonesia harus mampu memanfaatkan bonus demografi yang puncaknya akan terjadi di antara 2030 hingga 2045.

Baca Juga:Ada 7 Daerah di Jawa Tengah Belum Terbitkan Surat Edaran Pengawasan Peredaran Daging Anjing, Kota Solo Salah Satunya

"Sehingga sama sama bisa mengawal Indonesia 2045 yang kita harapkan benar-benar menghadirkan kemajuan sebuah transformasi ekonomi yang sangat signifikan," ucap AHY. 

Oleh karena itu, lanjut dia, momentum tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar jangan sampai terlewat.

Pada puncak generasi emas Indonesia 2045, menurut dia, Indonesia sudah harus mampu terlepas dari jebakan pendapatan menengah atau fenomena "Middle Income Trap".

Oleh karena itu, lanjut dia, menjadi tugas bersama untuk menyiapkan generasi muda untuk menyongsong bonus demografi tersebut.

Ia juga mendorong generasi milenial untuk menggunakan hak pilih di Pemilu 2024.

Baca Juga:Peringatan Dini BMKG, Jawa Tengah Berpotensi Terjadi Hujan Badai pada Jumat 12 Januari 2024

"Milenial, pemilih pemula ini jumlahnya mencapai 50 persen dari penduduk yang memiliki hak pilih," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini