SuaraJawaTengah.id - Mantan camat viral Ade Bhakti jadi salah satu pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang turut dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Kamis (1/2/24).
Ade Bhakti tiba di kantor BPKP Jateng sekitar 10.15 WIB. Tetapi dirinya enggan menjelaskan kedatangan menemui KPK untuk perluan apa.
Lelaki yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang tersebut mengarahkan awak media untuk menanyakan hal tersebut ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin.
Setelah pemeriksaan tersebut, Ade Bhakti diduga langsung merespon terkait urusannya dengan KPK di sosial media.
Baca Juga:Tiga Klenteng Tertua di Pecinan Semarang, Ternyata Bukan Tay Kai Sei
Dalam postingan terbarunya Ade Bhakti seolah merasa terzalimi. Pasalnya dia mencatut kata-kata Ali bin Abi Thalib yang berisikan "Kezalimin akan terus ada, bukan banyaknya orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik".
Kendati demikian, dirinya tetap percaya bahwa orang-orang baik masih ada disekelilingnya. "Saya yakin banyak orang baik diluaran sana. Terimakasih," kata Ade Bhakti dalam keterangan tertulisnya.
Sebelumnya beredar kabar bahwa KPK memeriksa 21 pejabat Pemkot Semarang terkait anggaran 2023 untuk kegiatan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Secara maraton lembaga antirasuah tersebut sejak hari Rabu (31/1/24) telah memeriksa saksi-saksi dari pejabat setempat, termasuk Ade Bhakti.
KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat tersebut di kantor BPKP Jawa Tengah (Jateng). Secara bergilir para pejabat setempat menghadap utusan KPK.
Baca Juga:Nasib Bangunan Eks Wonderia Semarang Usai Mangkrak Bertahun-tahun, Bakal Jadi Hutan Kota?
Pantauan di lokasi, pada hari Kamis (1/2/24) terdapat lima pejabat yang menghadap KPK di kantor BPKP Jateng. Hal tersebut terlihat dari daftar buku tamu.
Adapun pejabat yang hari ini diperiksa KPK diantaranya dari instansi Bapenda dua orang, Distaru satu orang, Kecamatan Ngaliyan satu orang dan Damkar satu orang.
Salah satu staf humas BPKP Jateng, Joko Wulyanto mengatakan KPK berkantor dan memimjam salah satu ruangan BPKP Jateng sampai hari Jumat (2/2/24).
Namun, saat disinggung kegiatan apa yang sedang dilakukan KPK. Joko sama sekali tidak tahu-menahu. Sebab BPKP Jateng hanya memberi fasilitas berupa peminjaman gedung.
"Kami hanya meminjamkan ruangan, untuk materi dan subtansi lainnya kami tidak tau," tukas Joko Wulyanto saat ditemui Suara.com, Kamis (1/2/24).
Kontributor : Ikhsan