"Uang sebesar itu dibagi untuk istri pertama Rp3 juta. Istri kedua Rp5 juta dan sisanya saya kantongi untuk istri ketiga. Bukannya sombong, tapi itu tuntutan," cetusnya.
Umur Rochmadi tak terasa semakin menua. Dia sudah bekerja menjadi perawat makam bergota selama 26 tahun.
Krisis moneter dan jatuhnya Presiden Soeharto bikin perusahaan tempat bekerja Rochmadi bangkrut. Dia menganggur cukup lama dan pernah berada dititik terendah dalam hidupnya.
Ditengah keterpurukan itulah sang kakek tiba-tiba mengajak dia untuk ikut bekerja membersihkan makam. Pada tahun 2007, dia menerima warisan untuk melanjutkan pekerjaan kakeknya.
Baca Juga:Stok Beras di Kota Semarang Dipastikan Aman hingga Tiga Bulan ke Depan
"Saya adalah generasi keempat yang menjadi juru kunci," tukasnya penuh bangga.
Kontributor : Ikhsan