Pada hari kedua, kata dia, pendirian dapur umum tak hanya berada di Balai Kota Semarang, melainkan di sejumlah wilayah, seperti di Kantor Kecamatan Semarang Utara, Kantor Kecamatan Gayamsari, Kantor Kecamatan Genuk, dan Universitas Semarang (USM).
"Jadi, kecamatan yang ada dapur umumnya, kami suplai bahan pokoknya. Itu kami bagikan untuk beberapa kecamatan yang terdampak. Kami ada WhatApps Grup peduli bencana, dari sana tiap lurah dan camat memberikan data, jadi sesuai permintaan dan agar tidak mubazir," katanya.
Dinsos, kata dia, berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang, Palang Merah Indonesia (PMI), dan TNI-Polri untuk mendistribusikan logistik permakanan dan obat-obatan menggunakan perahu karet.
"Alhamdulillah belum ditemukan kendala atau permasalahan yang berarti dalam pendistribusian logistik ini. Kesehatan masyarakat juga masih bisa dipantau, apabila ada apa-apa Ambulans Hebat juga selalu siaga keliling terus," katanya.
Koordinasi lintas vertikal pun telah dilakukan dengan baik, seperti Pemerintah Provinsi Jateng dan Kementerian Sosial yang mulai mengirimkan bantuan-bantuan untuk masyarakat terdampak.
Ia mencontohkan Dinas Sosial Provinsi Jateng telah mendirikan dapur umum di Kaligawe lengkap dengan logistik bahan makanan, kemudian Kemensos juga telah mengirimkan bantuan berupa kasur untuk tempat pengungsian dan perahu karet untuk proses evakuasi dan penyaluran logistik.
"Kami kerja cepat, seperti yang dipimpin Ibu Wali Kota kemarin tinjauan ke lapangan dan mengarahkan kami agar fokus kerja cepat," pungkasnya.