Dari ayat tersebut, Gus Baha menjelaskan bahwa sejak awal, Allah SWT telah menciptakan bumi dengan segala potensinya, termasuk bencana yang akan menyertainya.
"Memang dari awal, Allah bikin bumi ini, malah potensinya likuifaksi, melumer. Tamuru itu maknanya melumer," ungkap Gus Baha.
Tak sampai di situ, Gus Baha kemudian menjelaskan bahwa Alquran juga telah menjelaskan terkait dengan sifat bumi. Salah satu ayat yang menjelaskan hal tersebut adalah Alquran surat At-Thariq ayat 12.
"Dan ketika Allah nyifati bumi, wal ardhi dzati shad'. Shad’un maknanya pecah. Dan Allah tidak sekedar mengatakan pecah, dzati shad’un, sifat dasar bumi itu mudah pecah," tutur Gus Baha.
Baca Juga:Update Aktivitas Gunung Merapi: Terjadi 16 Kali Gempa Guguran
Menurut Gus Baha, meskipun Alquran tidak secara spesifik melakukan penelitian sebagaimana ahli, akan tetapi Alquran sudah mengatakan itu.
"Kenapa mudah pecah, karena bumi itu dari lempengan-lempengan. Di Quran juga dijelaskan begitu, wal ardhi qitha’un mutajawirat. Bumi yang kelihatannya satu, sebetulnya dari qith'ah, dari potongan," lanjut Gus Baha.
"Lah Alquran itu bilang bumi itu mutajawirah, bumi ini karakter per potongannya beda-beda, sehingga memang potensinya bumi ini hancur. Apalagi dari awal dipersiapkan memang mau dihancurin, makanya nggak usah takut kiamat, karena rencana Tuhan memang mau dihancurin,” pungkasnya.
Kontributor : Dinnatul Lailiyah
Baca Juga:Gempa Bumi M 4,5 Guncang Kabupaten Tegal, BMKG Minta Masyarakat Tenang