'Kami Takut Hanyut!' Warga Semarang Trauma Banjir, Tuntut Perbaikan Tanggul Permanen

Banjir di Semarang membuat masyarakat ketakutan dan mengalami trauma akibat bencana tersebut

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 13 Desember 2024 | 15:37 WIB
'Kami Takut Hanyut!' Warga Semarang Trauma Banjir, Tuntut Perbaikan Tanggul Permanen
Kondisi Banjir di Perumahan Cluster Dahlia Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/12/24) malam. (suara.com/Sigit AF)

"Tolong tanggul jebol diperbaiki, ini kan curah hujan masih tinggi, takutnya air tinggi lagi, kami hanyut lagi. Ada sejumlah titik tanggul yang kondisinya mengkhawatirkan, tolong itu juga diperbaiki," ungkapnya.

Trisno, Ketua RT 8 RW 9 Kelurahan Meteseh juga berharap agar ke depan ada solusi pembuatan talud permanen.

“Saya juga mewakili warga di sini ingin adanya penguatan talud. Karena kita kan di sini gak 1-2 tahun. Disini kami pengin terus gitu,” ujar Trisno.

Tanggul Jebol 20 Meter, 150 Jiwa Terdampak

Baca Juga:Pemprov Jateng Dukung Penuh PSIS Semarang Main di Jatidiri, Suporter Dilarang Lakukan Vandalisme

Penambalan tanggul Sungai Tunggu di Perumahan Cluster Dahlia Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (12/12/2024). (suara.com/Sigit AF)
Penambalan tanggul Sungai Tunggu di Perumahan Cluster Dahlia Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (12/12/2024). (suara.com/Sigit AF)

Kepala BPBD Kota Semarang Endro Martanto menyampaikan banjir yang merendam Perumahan Cluster Dahlia, Kelurahan Meteseh ini, lantaran hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hingga malam.

Banjir juga diperparah jebolnya tanggul Sungai Tunggu sepanjang 20 meter sehingga luapan air dari sungai tersebut langsung melimpah ke pemukiman warga.

Dia mengungkapkan bahwa ada sebanyak 45 kepala keluarga dengan perkiraan 152 jiwa yang terdampak atas bencana banjir. Mereka tercatat  tinggal di RT 08 RW 09, Kelurahan Meteseh, Tembalang.

"Untuk menghindari risiko lebih lanjut, ratusan warga tersebut telah dievakuasi dan diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," katanya di lokasi banjir.

Saat kejadian, pihaknya langsung mengerahkan pompa penyedot air untuk mengurangi dampak banjir. Selain itu, BPBD Kota Semarang juga bersiap membangun dapur umum untuk warga terdampak.

Baca Juga:Hinca Panjaitan: Investor PSIS Bukan Cuma Modal, Tapi Visi!

"BPBD juga akan segera memperbaiki tanggul yang jebol. Untuk penanganan sementara atas ditutup dengan karung pasir, yang terpenting  tertutup dulu," imbuhnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini