Kenapa Kudus Kaya dengan Kuliner Daging Kerbau? Ini Alasannya

Soto & sate kerbau Kudus bukan hanya kuliner lezat, tapi simbol toleransi. Sunan Kudus mengganti sapi dengan kerbau untuk hormati umat Hindu, ciptakan harmoni antar agama

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 18 Desember 2024 | 09:20 WIB
Kenapa Kudus Kaya dengan Kuliner Daging Kerbau? Ini Alasannya
Inilah sate kerbau khas Kota Kudus. ( Foto: Dok. Hotel Santika Premiere ICE - BSD City )

Nur Said menjelaskan bahwa dalam semangkok soto Kudus terkandung pesan kultural dan historis yang kaya. “Penghormatan terhadap sapi yang sangat besar bagi umat Hindu digunakan oleh Sunan Kudus sebagai media dakwah. Beliau melarang penyembelihan sapi dan menggantinya dengan kerbau sebagai wujud penghormatan,” jelasnya.

Tradisi ini, yang dikenal dalam berbagai tutur tinular (nasihat yang diwariskan), menjadi bukti bahwa nilai-nilai harmoni yang diajarkan Sunan Kudus tetap hidup di tengah masyarakat Kudus hingga kini.

Soto dan sate kerbau pun bukan hanya makanan, tetapi juga cerminan dari semangat toleransi dan penghormatan antarumat beragama yang dibangun dengan cara yang damai dan bijaksana.

Kontributor : Dinar Oktarini

Baca Juga:Tak Hanya Blusukan, Bellinda Beri Solusi Jitu Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan di Pasar Kudus

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini