Menurut Sri, nasi jagung belum dikenal luas oleh masyarakat. Pembelinya kebanyakan adalah mereka yang rindu masakan tradisional atau sedang menjalani diet nasi putih.
“Anak sekarang mana kenal nasi jagung. Mereka tahunya makanan pokok ya nasi putih itu. Padahal ada banyak jenis makanan lain yang bisa menggantikan nasi. Nasi jagung lebih sehat lho,” kata Sri setengah berpromosi.
Ia berharap para pedagang nasi jagung mendapat bantuan modal agar bisa membeli jagung pipilan dalam jumlah lebih banyak dengan harga lebih murah. Saat ini, mereka paling banter hanya mampu membeli 25 kilogram jagung.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan membantu mempromosikan nasi jagung sebagai alternatif pangan. Ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang sedang digencarkan.
Baca Juga:Lulusan Baru Merapat! Bursa Kerja Magelang 2025 Tawarkan Peluang Emas dari Perusahaan Top
“Kalau bisa petani juga dikasih bantuan dan didorong untuk menanam jagung di sekitar sini. Kalau ada yang tanam jagung di sekitar sini kan harganya nanti bisa lebih murah.”
Kontributor : Angga Haksoro Ardi