"Beberapa proyek seperti pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan plafon RSUD RAA Soewondo yang rusak, serta penataan alun-alun yang dirancang lebih estetis dan nyaman, terpaksa ditunda pelaksanaannya," terangnya.
Penundaan ini menjadi dilema, di satu sisi pemerintah menenangkan warga, namun di sisi lain fasilitas publik yang mendesak untuk diperbaiki harus menunggu lebih lama.
Dalam kesempatan yang sama, Sudewo juga meluruskan polemik frasa "Pati Mutiara".
Ia menjelaskan bahwa itu hanyalah tema untuk perayaan Hari Jadi Pati ke-702, bukan untuk menggantikan slogan legendaris daerah.
Baca Juga:Ayah Perkosa Anak Kembali Terjadi, Mengapa Siklus Kejahatan Seksual di Rumah Sulit Terputus?
"Slogan Kabupaten Pati tetap 'Bumi Mina Tani'. Yang penting kita tetap kompak, solid, dan gotong royong membangun Pati demi Pati yang lebih maju," ujarnya.