- Penandatanganan 11 kerja sama antara Jawa Tengah dan Lampung senilai Rp832,3 miliar per tahun disaksikan gubernur kedua provinsi di Bandar Lampung pada 6 Januari 2026.
- Kesepakatan meliputi penguatan vokasi, energi, perdagangan multi komoditas, bahan pangan, serta kemitraan antar asosiasi bisnis dan pariwisata.
- Tujuan utama kerja sama ini adalah menumbuhkan ekonomi baru bersama dan membangun konektivitas melalui pemerintahan kolaboratif kedua provinsi.
"Kami berharap ke depan akan ada hubungan kolaborasi yang kuat, serta saling menunjang dan mengangkat antara Lampung dan Jawa Tengah. Kami melihat karakteristik dari dua provinsi ini, baik dari komoditas maupun kebutuhan industri, ke depan akan bisa saling menguatkan," katanya.
Mirzani menambahkan, Jawa Tengah juga menjadi rujukan dalam hal perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan perwakilan pemerintah pusat, Jawa Tengah selalu menjadi tolok ukur atau percontohan, terutama terkait investasi dan perkembangan kawasan industri.
"Semua menteri selalu mencontohkan Jawa Tengah, seperti masuknya investasi yang besar, lalu soal keamanan dan dukungan kawasan," ujarnya.
Adapun di luar 11 kerja sama baru tersebut, Jawa Tengah dan Lampung pada 2025 sudah menjalin kerja sama dalam berbagai bidang. Misalnya Dinas Koperasi dan UKM melalui Mitra Agen dan penjualan ritel; Dinas Sosial melalui layanan pemulangan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Layanan dalam Panti, dan Layanan Rujukan ke Fasilitas Kesehatan; dan Dinas Ketahanan Pangan melalui perdagangan cabai rawit, bawang merah, dan lainnya.
Baca Juga:Jawa Tengah Diguyur Hujan Ringan, BMKG Ingatkan Potensi Petir dan Angin Kencang Lokal