Viral Petani Kudus Kuras Air Sawah Saat Banjir, Ini Penjelasannya yang Sempat Disalahpahami

Warga Kudus kuras sawah di tengah banjir. Aksi ini viral, namun bertujuan selamatkan padi dari gagal panen karena terendam terlalu lama.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 19 Januari 2026 | 07:40 WIB
Viral Petani Kudus Kuras Air Sawah Saat Banjir, Ini Penjelasannya yang Sempat Disalahpahami
Ilustrasi petani kuras air sawah. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Warga Desa Karangrowo Krajan, Kudus, menguras air sawah di tengah banjir untuk mencegah tanaman padi mati dan gagal panen.
  • Petani membuat tanggul darurat dari karung berisi tanah mengelilingi sawah agar air banjir luar tidak masuk kembali.
  • Tindakan warga menguras air tersebut didasarkan pada pengalaman bertani demi menyelamatkan tanaman padi yang sedang tumbuh hijau.

SuaraJawaTengah.id - Di tengah banjir yang melanda wilayah Kudus, tepatnya di Desa Karangrowo Krajan, sebuah pemandangan tak biasa menyita perhatian publik.

Sejumlah warga terlihat menguras air dari area persawahan, meski banjir masih menggenangi wilayah sekitar. Aksi ini sontak menimbulkan tanda tanya dan memicu perdebatan di media sosial.

Peristiwa tersebut pertama kali viral setelah diunggah oleh akun TikTok @acylptra dan akun Instagram @jawatimurpopuler.

Dalam video yang beredar, tampak warga menggunakan alat seadanya untuk menyedot air dari sawah, sementara di sekelilingnya banjir masih belum sepenuhnya surut. Banyak warganet awalnya mempertanyakan efektivitas tindakan tersebut, bahkan tak sedikit yang menilai upaya itu sia-sia.

Baca Juga:Kudus di Ujung Tanduk: Menteri LHK Ancam Sanksi Berat Imbas TPA Berbahaya di Atas Tebing

Namun, di balik aksi yang terlihat kontradiktif itu, tersimpan alasan penting yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan tanaman padi dan nasib para petani.

Upaya Mencegah Gagal Panen

Sejumlah komentar warganet yang memahami kondisi pertanian mulai memberikan penjelasan. Salah satu komentar menyebut bahwa tujuan utama warga adalah mencegah kerugian dan kegagalan panen.

“Intinya biar enggak rugi dan tidak gagal panen, itulah pemikiran dasar mereka. Meskipun netizen yang budiman menganggap itu percuma,” tulis seorang warganet.

Dalam dunia pertanian, khususnya pada tanaman padi, genangan air yang terlalu lama dapat menyebabkan tanaman mati. Meski padi membutuhkan air, kondisi terendam total dalam waktu lama justru bisa merusak batang dan akar, terutama pada fase pertumbuhan tertentu.

Baca Juga:Kendal Tornado FC Menang di Kudus, Kado Ulang Tahun Presiden Klub

Sawah Sudah Ditanggul, Air Harus Dikendalikan

Warganet lain menyoroti bahwa area sawah yang dikuras airnya sebenarnya telah dibuatkan tanggul darurat. Tanggul tersebut tampak dari tumpukan karung berisi tanah yang disusun di sekeliling sawah.

“Itu di sisi luar sawah sudah ditanggul. Coba lihat tumpukan karung itu diisi tanah untuk dijadikan sebagai tanggul penahan. Usaha petani ini harus diapresiasi, berkat mereka kita pun bisa makan nasi,” tulis komentar lain.

Tanggul darurat ini berfungsi untuk mencegah air banjir dari luar masuk kembali ke area persawahan. Setelah area relatif tertutup, air di dalam sawah harus segera dikendalikan agar tidak merusak tanaman padi yang sedang tumbuh.

Menyelamatkan Padi yang Masih Hijau

Komentar bernada lebih emosional juga bermunculan, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan petani dalam mempertahankan sumber penghidupan mereka.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak