- Banjir bandang dan longsor melanda Kudus, Jawa Tengah sejak Minggu siang (11/1/2026) akibat hujan deras.
- Longsor di Desa Kedungsari menewaskan satu korban dan banjir merendam 16 desa di enam kecamatan.
- Pemerintah Kudus menyiapkan dapur umum dan titik pengungsian sambil mengingatkan warga waspada potensi bencana susulan.
SuaraJawaTengah.id - Sejak hari Minggu siang (11/1/2026), cuaca ekstrem menyebabkan banjir bandang dan longsor di wilayah Kudus, Jawa Tengah.
Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam menyebabkan sejumlah sungai meluap, menghanyutkan kendaraan, serta mengancam pemukiman warga.
Berikut adalah 7 fakta terkini terkait bencana yang menerjang Kudus sebagaimana dikutip dari berbagai sumber di YouTube:
1. Banjir Bandang di Desa Kedungsari
Baca Juga:Kudus di Ujung Tanduk: Menteri LHK Ancam Sanksi Berat Imbas TPA Berbahaya di Atas Tebing
Desa Kedungsari, yang terletak di kaki Pegunungan Muria, menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang.
Debit air yang sangat tinggi memicu banjir besar yang menghanyutkan sebuah mobil Grand Livina yang diparkir di depan rumah warga.
Banjir ini terjadi akibat meluapnya Sungai Kedungsari yang mengalir melalui desa tersebut. Kekuatan arus juga menyebabkan longsornya talut sepanjang 60 meter, yang mengancam puluhan rumah di atasnya.
Selain itu, banjir bandang ini menimbulkan kerusakan serius pada infrastruktur, termasuk sumbatan di jembatan-jembatan yang mengalirkan air ke kawasan pemukiman. Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya perawatan dan pemeliharaan sistem drainase untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
2. Longsor di Tebing 15 Meter
Baca Juga:Kendal Tornado FC Menang di Kudus, Kado Ulang Tahun Presiden Klub
Tak hanya banjir, bencana longsor juga terjadi di wilayah yang sama. Sebuah tebing setinggi 15 meter longsor dan menimpa sebuah warung yang terletak di bawahnya.
Satu orang tewas akibat tertimpa material longsoran yang sangat besar. Kejadian ini terjadi setelah beberapa hari hujan deras mengguyur kawasan tersebut, yang memperburuk kondisi tanah yang sudah tergerus oleh hujan.
Korban yang tewas dalam insiden ini diketahui bernama Anggawinata, seorang pria berusia 27 tahun yang merupakan warga Desa Bacin, Kecamatan Bai, Kudus. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terjepit di antara tumpukan material kayu dan lumpur di aliran sungai.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, dengan warga dan petugas kesulitan karena arus sungai yang sangat deras. Pihak kepolisian mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.
3. Mobil Tersangkut di Sungai
Salah satu momen dramatis dalam bencana ini adalah ketika sebuah mobil Grand Livina milik warga tersangkut di aliran sungai. Saat banjir terjadi, mobil tersebut hanyut dan kini masih belum ditemukan. Para relawan dan petugas BPBD berusaha mencari mobil tersebut di sepanjang aliran sungai yang terdampak banjir.
Meski upaya pencarian terus dilakukan, arus sungai yang kuat dan tumpukan sampah menghambat upaya evakuasi dan pencarian. Kondisi ini memperburuk dampak bencana bagi warga yang terpaksa kehilangan barang-barang berharga mereka.
4. 16 Desa Terendam Banjir
Banjir tidak hanya terjadi di Desa Kedungsari, tetapi juga melanda 16 desa di enam kecamatan di Kabupaten Kudus. Desa-desa seperti Desa Jati, Desa Tanjungrejo, dan beberapa desa lain di wilayah dataran rendah mengalami genangan banjir yang cukup parah. Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari 20 cm hingga 50 cm, dan menggenangi ratusan rumah warga.
Di beberapa wilayah, air menggenang hingga ke halaman rumah, merusak barang-barang milik warga dan mengancam keselamatan mereka. Tim BPBD Kudus segera menyiapkan dua titik pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya tergenang.
5. Dapur Umum Dibuka di Beberapa Desa
Untuk membantu warga yang terdampak banjir, BPBD Kudus bersama pemerintah setempat telah mendirikan beberapa dapur umum di desa-desa yang terendam banjir. Dapur umum ini menyediakan makanan dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal sementara.
Selain itu, tim BPBD juga telah menyiapkan tenda darurat dan tempat evakuasi untuk menampung warga yang rumahnya tergenang air. Hingga kini, pengungsi masih terus berdatangan ke tempat-tempat evakuasi yang sudah disiapkan.
6. Curah Hujan Masih Tinggi, Potensi Bencana Susulan
Hujan deras yang melanda wilayah Kudus sejak Jumat masih terus terjadi hingga hari ini. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai-sungai di wilayah tersebut meluap, serta meningkatkan risiko bencana susulan, seperti banjir dan longsor.
Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengeluarkan peringatan kepada warga agar selalu waspada terhadap potensi bencana susulan. Khususnya bagi daerah-daerah yang terletak di kaki Pegunungan Muria dan wilayah dataran rendah yang sudah terendam banjir, risiko longsor dan genangan air lebih tinggi.
7. Evakuasi dan Peringatan Dini untuk Warga
Warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir diminta untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah dan menghindari wilayah sungai. Pemerintah Kabupaten Kudus juga mengingatkan agar masyarakat tetap mengikuti arahan dari pihak BPBD dan perangkat desa, serta selalu mengaktifkan pemberitahuan dini untuk potensi bencana.
Relawan, bersama petugas dari BPBD Kudus, terus melakukan upaya evakuasi dan mitigasi bencana. Mereka juga menyiapkan peta rawan bencana untuk membantu warga mengidentifikasi daerah-daerah yang perlu dihindari selama cuaca ekstrem berlangsung.
Banjir dan longsor yang melanda Kudus merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah tersebut. Pemerintah setempat dan pihak BPBD Kudus telah bekerja keras untuk menangani bencana ini dengan menyiapkan tempat pengungsian, dapur umum, serta memberikan peringatan dini kepada warga. Namun, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang untuk mengurangi risiko lebih lanjut.
Kontributor : Dinar Oktarini