- Dua pria mencuri Yamaha N-Max di Kampung Surodadi, Boyolali, pada Rabu dini hari (18/2/2026) menggunakan metode gotong.
- Motor korban yang terkunci stang dan ganda tetap berhasil dibawa kabur pelaku dengan cara diangkat manual sekitar pukul 01.20 WIB.
- Pihak kepolisian telah menerima laporan dan kini melakukan penyelidikan, serta mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan keamanan.
SuaraJawaTengah.id - Aksi pencurian sepeda motor kembali meresahkan warga Kabupaten Boyolali. Kali ini, dua pria terekam kamera pengawas (CCTV) saat nekat menggotong sepeda motor milik warga yang terparkir di teras rumah. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Surodadi, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Rabu (18/2/2026) dini hari.
Yang membuat publik tercengang, motor dalam kondisi terkunci stang dan dipasangi kunci ganda. Namun pelaku tetap berhasil membawa kabur kendaraan dengan cara diangkat secara manual. Berikut tujuh fakta penting dari kejadian ini.
1. Aksi Terjadi Dini Hari Saat Lingkungan Sepi
Peristiwa pencurian berlangsung sekitar pukul 01.20 WIB, waktu di mana sebagian besar warga tengah terlelap. Situasi lingkungan yang sunyi diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya tanpa menarik perhatian.
Baca Juga:Baliho Mulai Bertebaran, Nama Anas Syahirul Bakal Ramaikan Bursa Calon Kepala Daerah Boyolali
Berdasarkan rekaman CCTV, dua pria datang mendekati rumah korban dengan gerakan yang terbilang tenang. Mereka tampak sudah mengetahui target dan langsung menuju sepeda motor yang terparkir di teras.
Kondisi malam yang minim aktivitas warga membuat pelaku leluasa bergerak hanya dalam hitungan menit. Momen seperti inilah yang kerap dimanfaatkan pelaku curanmor.
2. Pelaku Kompak Gotong Motor, Bukan Bobol Kunci
Hal yang paling mencolok dari kasus ini adalah metode pencurian yang digunakan. Alih-alih membobol kunci di tempat, kedua pelaku justru mengangkat motor secara bersama-sama.
Dalam rekaman CCTV, terlihat mereka menggotong Yamaha N-Max hitam dari posisi parkir. Cara ini diduga dipilih untuk menghindari suara berisik yang bisa membangunkan penghuni rumah atau warga sekitar.
Baca Juga:Harga Daging Ayam di Boyolali Terbang Tinggi Jelang Ramadan, Tembus Rp40.000 per Kilogram!
Aksi tersebut juga mengindikasikan pelaku sudah berpengalaman dan terbiasa bekerja sama saat beraksi.
3. Motor Dibawa Kabur ke Arah Timur Lalu Menghilang
Setelah berhasil mengangkat motor, pelaku membawa kendaraan menjauh dari rumah korban. Dari rekaman kamera, motor digotong ke arah timur.
Tak lama kemudian, pelaku berbelok ke utara hingga akhirnya keluar dari jangkauan CCTV. Sejak titik itu, jejak keduanya hilang dan belum diketahui arah pelarian berikutnya.
Polisi kini masih menelusuri kemungkinan rute kabur pelaku berdasarkan rekaman yang tersedia.
4. Pemilik Baru Sadar Saat Suami Pulang Kerja
Pemilik motor, Lia Rahmawati (33), mengaku tidak langsung mengetahui kejadian tersebut. Ia baru menyadari motornya hilang sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat itu, suaminya pulang kerja dan menanyakan keberadaan motor yang biasanya terparkir di depan rumah.
“Sekitar pukul 04.00 WIB suami pulang kerja, lalu tanya motor di mana. Saya bingung karena biasanya diparkir di depan rumah, ternyata sudah tidak ada,” ujar Lia.
Kepanikan pun langsung terjadi setelah mereka memastikan kendaraan benar-benar hilang.
5. Motor Sudah Dikunci Berlapis tapi Tetap Raib
Korban mengungkapkan bahwa sepeda motor sebenarnya sudah diamankan dengan penguncian maksimal.
Motor Yamaha N-Max berpelat AD 6247 CD itu dalam kondisi:
- Terkunci stang
- Menggunakan kunci ganda
Namun pengamanan tersebut rupanya belum cukup kuat menghadapi modus pelaku yang memilih mengangkat motor.
“Sudah saya kunci stang dan digembok ganda. Mungkin karena itu mereka tidak bisa membobol, jadi motornya diangkat,” kata Lia.
Fakta ini menunjukkan bahwa pelaku curanmor kini semakin nekat dan adaptif terhadap sistem pengamanan.
6. Motor Seharga Rp30 Juta, Dipakai Aktivitas Keluarga
Motor yang dicuri diketahui dibeli korban pada tahun 2021 dengan harga sekitar Rp30 juta. Kendaraan tersebut bukan hanya alat transportasi biasa.
Menurut Lia, motor itu digunakan untuk berbagai kebutuhan keluarga, termasuk mengantar anak sekolah dan aktivitas harian lainnya.
Kehilangan ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga korban, baik secara finansial maupun mobilitas sehari-hari.
Selain itu, rumah korban diketahui tidak memiliki pagar sehingga motor diparkir di teras terbuka. Kondisi ini diduga menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku.
7. Polisi Turun Tangan, Warga Diminta Lebih Waspada
Usai mengetahui kejadian tersebut, suami korban, Agus Prasetya, langsung melapor ke Polsek Boyolali Kota.
Kapolsek Boyolali Kota, AKP Andy Setiawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dan kini tengah melakukan penyelidikan.
“Laporan sudah kami terima. Saat ini anggota sedang mengumpulkan alat bukti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir kendaraan di area terbuka pada malam hari. Warga disarankan menambah lapisan keamanan seperti pagar, kunci tambahan, serta memastikan CCTV aktif.
Kasus pencurian Yamaha N-Max di Boyolali ini kembali menjadi alarm bagi masyarakat bahwa pelaku curanmor semakin berani dan kreatif dalam mencari celah. Bahkan motor yang sudah dikunci ganda pun tetap bisa dibawa kabur dengan cara digotong.
Selama pelaku belum tertangkap, kewaspadaan menjadi kunci utama. Pengamanan berlapis, lingkungan yang tertutup, serta pengawasan aktif diharapkan dapat menekan peluang kejahatan serupa terulang kembali.
Kontributor : Dinar Oktarini