- Ketua HMI Korkom Sultan Agung, Aldi Maulana, diculik dan dianiaya orang tidak dikenal di Semarang, Senin (30/3/2026).
- Insiden tersebut diduga sebagai bentuk intimidasi terhadap Aldi atas perannya mendampingi kasus pelecehan seksual di Unissula.
- Korban telah menjalani visum dan pihak HMI berencana melaporkan tindakan kekerasan tersebut kepada pihak Polda Jawa Tengah.
SuaraJawaTengah.id - Dunia aktivisme mahasiswa kembali diguncang insiden serius. Aldi Maulana, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Sultan Agung, yang juga dikenal aktif mendampingi mahasiswa korban pelecehan seksual di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh orang tak dikenal.
Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Tlogosari hingga Ngablak, Semarang, pada Senin (30/3/2026) dini hari.
Insiden ini, seperti disadur dari Mitra Suara.com, Jatengnews.id, diduga kuat merupakan upaya intimidasi dan pembungkaman terkait advokasi kasus kekerasan seksual yang sedang ditangani Aldi dan rekan-rekannya.
Kasus pelecehan seksual di Unissula sendiri sebelumnya telah menjadi sorotan, di mana terduga pelaku adalah Pengurus Besar (PB) HMI berinisial LT.
Baca Juga:'Mau Abang Culik?', Bocoran Chat Oknum Kader HMI yang Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan
Keterlibatan Aldi Maulana dalam mengawal kasus ini, termasuk berkoordinasi dengan Komnas Perempuan dan instansi terkait, menempatkannya pada posisi rentan.
Insiden penculikan dan penganiayaan ini pun memunculkan kekhawatiran serius akan keselamatan para aktivis yang berjuang untuk keadilan korban kekerasan seksual.
Kronologi Penculikan dan Penganiayaan
Menurut keterangan Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI, Tegar Wijaya Mukti, kepada *Jatengnews.id* pada Rabu (1/3/2026), Aldi diculik saat baru pulang bermain bulu tangkis bersama rekannya. Insiden bermula ketika korban berhenti di kawasan Tlogosari, Kota Semarang, karena raket yang dibawanya hampir terjatuh.
“Setelah itu ada dua motor berisi empat orang mendekat, lalu menanyakan identitas korban,” ujar Tegar.
Baca Juga:Mengejutkan! Ledakan Petasan Jelang Lebaran Tewaskan Bocah 9 Tahun di Semarang
Setelah menginterogasi, empat orang tersebut membawa Aldi secara paksa menuju kawasan Ngablak, tepatnya di sekitar area pabrik. Di lokasi terpencil itulah, korban diduga mengalami intimidasi dan kekerasan fisik. Aldi disebut sempat dipukul dua kali di bagian kepala serta mengalami luka lecet di tangan akibat gesekan benda keras. Kaos yang dikenakan korban juga dilaporkan sobek akibat tarikan.
“Korban dipukul dua kali di kepala, tangannya lecet karena digesek-gesekkan, dan sempat ditarik-tarik,” jelas Tegar, menggambarkan kekerasan yang dialami Aldi.
Lebih lanjut, Tegar mengungkapkan bahwa para pelaku juga sempat mengintimidasi korban dengan pernyataan bernada ancaman yang secara eksplisit mengaitkan aksi kekerasan tersebut dengan aktivitas advokasi Aldi terhadap korban pelecehan.
“Ini upaya intimidasi, upaya teror kepada kami yang memperjuangkan korban. Ini bentuk pembungkaman,” tegas Tegar, menyoroti motif di balik aksi brutal tersebut.
Selama kejadian, Aldi tidak melakukan perlawanan karena kalah jumlah. Setelah sekitar satu jam di lokasi penganiayaan, korban kemudian dikembalikan ke lokasi awal penjemputan.
Langkah Hukum dan Kondisi Korban