- Seekor macan kumbang jantan masuk permukiman warga Kabupaten Batang pada Rabu 12 Agustus 2026.
- Satwa berusia sepuluh tahun tersebut dievakuasi tim gabungan karena mengalami luka pada kaki kanan depannya.
- Macan kumbang kini dirawat intensif di Batang Dolphin Center sambil menunggu perkembangan kondisi kesehatannya.
SuaraJawaTengah.id - Seekor macan kumbang yang sempat masuk ke permukiman warga di Dusun Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada Rabu (12/8/2026), kini dirawat di Batang Dolphin Center alias Safari Beach Jateng.
“Kaki kanan depannya terluka, sampai saat ini dalam penanganan dan pemantauan 24 jam tim dokter, di sana alat-alatnya lengkap,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng Dyah Sulistyari saat ditemui di kantornya, di Kota Semarang, Kamis (13/8/2026).
Satwa dilindungi itu berjenis kelamin jantan, berusia sekitar 10 tahun. Berat badannya hanya sekira 25kg, tergolong kurus untuk usianya. Itu diduga karena luka di kaki kanan yang sudah beberapa hari, sehingga kesulitan berburu mangsa di habitatnya.
Hasil pemeriksaan awal, luka di kaki kanan depan itu diduga sudah lebih dari 1 hari. Tim belum bisa memastikan penyebab luka itu.
Baca Juga:BPI Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Pesisir Lewat Pelestarian Tradisi Sedekah Laut Roban
“Nantinya apakah akan dilepasliarkan atau tidak, kami melihat perkembangan yang ada,” lanjutnya.
BKSDA Jateng mengidentifikasi macan kumbang itu punya habitat di kawasan Lereng Gunung Prau di sekitar Dataran Tinggi Dieng, sebelah selatan kampung yang dimasukinya.
Turunnya macan kumbang ke permukiman warga, katanya, juga mengingat saat ini mulai masuk musim kemarau. Sehingga, satwa liar seperti macan akan turun berburu lebih jauh mencari mangsa.
Adanya satwa liar seperti macan kumbang di lokasi itu, juga mengindikasikan kawasan tersebut masih terjaga kelestariannya. Sebab, macan kumbang merupakan salah satu predator puncak rantai makanan.
Di lokasi itu, sebut Dyah, pihaknya juga telah memasang kamera trap alias kamera jebak. Kamera ini perangkat jarak jauh yang diaktifkan dengan sensor atau infra merah untuk merekam video atau foto satwa liar di habitat alaminya.
Baca Juga:Studi 12 Tahun Ungkap PLTU Batang Jadi Habitat 465 Spesies, BPI Luncurkan Buku Biodiversitas
Pemasangan kamera trap di kawasan konservasi, tambahnya, juga dilakukan di beberapa tempat lain. di antaranya; Kawasan Gunung Muria, Lawu, Ungaran hingga di wilayah Pulau Nusakambangan. Beberapa satwa yang terekam kamera di antaranya; macan kumbang, macan tutul, kijang hingga babi hutan.
Dyah juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam.
Diberitakan sebelumnya, seekor macan kumbang masuk ke rumah warga di Kabupaten Batang pada Rabu (12/8/2026) pagi. Macan itu sempat memangsa ternak warga yakni ayam dan marmut sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Evakuasi dilakukan tim gabungan, menembaknya dengan obat bius, kemudian dibawa untuk dilakukan perawatan lanjutan mengingat terdapat luka di kakinya.
Kontributor : Eka Setiawan