- Sepeda motor milik Chiko Relisviano Ramadhan terbakar di SPBU Sriwijaya, Semarang, pada Jumat (3/4/2026) akibat masalah kelistrikan.
- Petugas SPBU sempat menunda penggunaan APAR, namun akhirnya pemilik motor dan pihak pengelola sepakat saling memaafkan.
- Pertamina menutup sementara operasional SPBU untuk melakukan pembinaan terkait respons cepat dan penanganan darurat kebakaran bagi petugas.
Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, meambahkan pentingnya kesadaran petugas SPBU maupun masyarakat umum untuk segera menggunakan APAR begitu api terlihat, tanpa menunggu persetujuan siapaun termasuk pimpinan. Alat tersebut disediakan khusus untuk memadamkan api.
"Kalau sudah ada api, tidak hanya di SPBU, di semua tempat APAR harus terlihat. Kecepatan orang menggunakan APAR juga harus lebih ditingkatkan. Fokus kami dari Damkar adalah bagaimana masyarakat lebih sadar dan siap ketika terjadi kebakaran," terangnya.
SPBU Sriwijaya Ditutup Dua Hari
![Pertamina akhirnya melakukan pembinaan kepada petugas SPBU Sriwijaya Kota Semarang. [Dok Pertamina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/06/32324-spbu-sriwijaya-semarang.jpg)
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah-DI Yogyakarta (Jateng-DIY) menutup operasional SPBU Sriwijaya Kota Semarang selama dua hari buntut insiden sepeda motor terbakar. Penutupan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembinaan penanganan situasi darurat sekaligus perbaikan sarana dan prasarana SPBU.
Baca Juga:Pertamina Tindak Tegas Kasus BBM Tercampur Air: Dua Awak Mobil Tangki Dipecat, SPBU Trucuk Dibekukan
"Masa pembinaan ini bukan karena pelanggaran operasional atau pelanggaran prosedur di SPBU. Tetapi untuk memperkuat aspek awareness terhadap kejadian kemarin," tutur Area Manager Communication dan Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jateng-DIY, Taufik Kurniawan.
Taufik menjelaskan sejumlab petugas SPBU Sriwijaya dan dan pemilik motor telah bertemu pada Minggu (5/4/2026) sore. Mereka sepakat untuk saling memaafkan dan telah menyadari kesalahan dan kekurangan masing-masing.
""Klarifikasi dari konsumen kendaraannya itu memang bermasalah. Ada kebocoran di bagian karbunya yang membuat api membesar. Dari operator kami juga kurang ideal memberikan respons. Ada beberapa hambatan seperti masih melakukan pelayanan di pulau pompa dan pandangan yang terhalang," ungkap Taufik.
Pertamina menegaskan peristiwa sepeda motor terbakar menjadi catatan dan evaluasi penting. Dalam setiap situasi darurat, kemanusiaan dan empati harus selalu menjadi prioritas utama.
"Kalau sudah terjadi kebakaran, dimana pun atau di area sekitar SPBU itu yang bicara soal kemanusiaan, bukan lagi operasional maupun bisnis. Sehingga wajib hukumnya bagi setiap orang yang ada di situ untuk membantu," tukasnya.
Motor yang terbakar mungkin sudah hangus, tapi pelajaran tentang kepedulian, empati dan respons yang cepat pasti akan membekas bagi semua pihak.
Kontributor: IFN