Gara-gara Pengasuh Cabul, Kemenag Bekukan Penerimaan Santri Baru di Ponpes Al Anwar Jepara

Kemenag hentikan penerimaan santri baru di Ponpes Al Anwar Jepara usai sang kiai jadi tersangka pencabulan. Ponpes diwajibkan rombak struktur dan menjamin keamanan santri

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 13 Mei 2026 | 07:55 WIB
Gara-gara Pengasuh Cabul, Kemenag Bekukan Penerimaan Santri Baru di Ponpes Al Anwar Jepara
Suasana di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar Mantingan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, setelah pengasuhnya ditahan terkait kasus dugaan pencabulan terhadap santri, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif).
Baca 10 detik
  • Kementerian Agama Jepara melarang Pondok Pesantren Al Anwar menerima santri baru karena kasus pencabulan oleh pengasuhnya.
  • Struktur kepengurusan ponpes dirombak total dan oknum kiai tersangka telah diberhentikan dari posisi pengajar serta pengurus.
  • Pemerintah memberikan pendampingan psikologis bagi korban dan santri untuk memulihkan trauma akibat tindakan kekerasan seksual tersebut.

SuaraJawaTengah.id - Aksi bejat seorang pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Mantingan, Jepara, yang tega mencabuli santrinya sendiri, tidak hanya menghancurkan masa depan korban tetapi juga membawa dampak sistemik yang melumpuhkan lembaga pendidikan yang diasuhnya.

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengambil langkah tegas dengan merekomendasikan penghentian sementara penerimaan santri baru di pondok tersebut.

Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi keberlangsungan ponpes, yang kini harus menanggung akibat dari perbuatan tercela pimpinannya. Kepercayaan publik runtuh, dan proses regenerasi santri terpaksa dihentikan total demi mencegah jatuhnya korban lain.

Kepala Kantor Kemenag Jepara, Akhsan Muhyidin, menegaskan bahwa sanksi ini adalah respons serius terhadap pelanggaran berat perlindungan anak di lingkungan yang seharusnya sakral.

Baca Juga:Detik-detik Penangkapan Kiai Cabul Pati, Tak Berkutik saat Sembunyi di Wonogiri

"Selain tidak diperkenankan menerima pendaftaran santri baru, yang bersangkutan (kiai tersangka) juga tidak diperkenankan lagi menjadi tenaga pengajar atau ustadz sampai seluruh permasalahan selesai ditangani secara tuntas," tegas Akhsan dikutip dari ANTARA di Jepara, Selasa (13/5/2026).

Pembersihan Struktur dan Ancaman Penonaktifan 

ilustrasi pencabulan di pondok pesantren
ilustrasi pencabulan di pondok pesantren

Dampak dari kasus ini memaksa Ponpes Al Anwar melakukan "bersih-bersih" internal secara radikal. Berdasarkan data Education Management Information System (EMIS) Kemenag RI, struktur kepengurusan pondok telah dirombak total. Sang kiai cabul yang kini berstatus tersangka telah didepak keluar dari struktur pengurus selama proses hukum berjalan.

Akhsan menekankan bahwa ponpes hanya boleh beroperasi kembali secara normal jika telah ada kepastian bahwa sistem pengasuhan, perlindungan anak, dan tata kelola kelembagaannya benar-benar memenuhi standar yang aman bagi santri.

Kemenag bahkan sudah melayangkan "kartu kuning" sejak Maret 2026 dalam bentuk surat peringatan keras. Jika yayasan nekat melanggar larangan penerimaan murid baru ini, sanksi lebih berat menanti: penonaktifan total pondok pesantren.

Baca Juga:Akhir dari Pelarian Kiai Cabul, Ashari Diringkus di Wonogiri

Pemulihan Trauma Kolektif 

Selain sanksi kelembagaan, kasus ini meninggalkan luka psikologis mendalam, tidak hanya bagi korban langsung, tetapi juga bagi santri lainnya.

Kemenag bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kepolisian kini bekerja keras melakukan pendampingan psikologis dan pengawasan ketat untuk memulihkan trauma kolektif dan memastikan lingkungan belajar kembali kondusif.

"Proses hukum kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Tanggung jawab kami bersama instansi terkait adalah memulihkan kondisi para korban dan santri lainnya agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan dengan baik," ujar Akhsan.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pesantren. Akhsan menyerukan komitmen kolektif dari seluruh pondok pesantren untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar aman, nyaman, dan ramah anak, agar tragedi memalukan serupa tidak pernah terulang kembali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak