- Khoirul Muzaki-Alfiatun resmi memimpin AJI Purwokerto periode 2026-2029.
- Mereka menggantikan Rudal Afgani Dirgantara yang menjabat ketua sejak 2017.
- Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida secara khusus menghadiri Konferta AJI Purwokerto.
SuaraJawaTengah.id - Konferensi Kota (Konferta) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Purwokerto yang digelar di Kopi Keprok, Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Sabtu (30/5/2026), menetapkan kepengurusan baru untuk periode 2026-2029.
Dalam forum tertinggi organisasi di tingkat kota tersebut, peserta konferensi secara mufakat memilih Khoirul Muzaki sebagai Ketua dan Alfiatun sebagai Sekretaris AJI Purwokerto periode 2026-2029.
Khoirul Muzaki yang merupakan jurnalis Tribun Jateng dan Alfiatun dari media purwokertokita.com memperoleh dukungan penuh dari peserta Konferta.
Khoirul menggantikan Rudal Afgani Dirgantara yang menjabat sebagai ketua sejak tahun 2017.
"Awalnya saya hanya ingin membantu saja, tapi dengan momentum ini, saya harap ke depan dengan bantuan dan komitmen teman-teman di Purwokerto untuk memperbaiki pola komunikasi dan kinerja organisasi," katanya.
Zaki, karibnya, juga menyoroti persoalan regenerasi organisasi yang semakin sulit. Hal ini membutuhkan perhatian khusus dari pengurus.
Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida yang secara khusus menghadiri Konferta AJI Purwokerto mengatakan, tantangan jurnalis saat ini semakin berat.
Selain dalam beberapa tahun terakhir mengalami disrupsi media, iklim kebebasan bersuara saat ini semakin terepresi. Belum lagi gejala swasensor di internal redaksi media.
"Kuncinya pada soliditas organisasi dan penguatan jejaring dengan elemen masyarakat sipil lain. AJI Kota Purwokerto harus mampu mempertahankan roh kekritisan dan berani menyuarakan ketidakadilan di masyarakat," ungkap Nany.
Adapun sebelum pelaksanaan Konferta AJI Purwokerto, digelar diskusi bertema "Merajut Kekuatan Sipil di Era Rezim Represif".
Diskusi ini dihadiri perwakilan advokat, aktivis, pers mahasiswa, dan akademisi.
Selain agenda pemilihan pengurus, forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi program kerja kepengurusan.