- Panitia Dieng Culture Festival XVI 2026 meminta pengelola homestay tidak menaikkan harga penginapan secara berlebihan demi menjaga citra wisata.
- Gelaran festival budaya yang masuk agenda nasional ini akan dilaksanakan di kawasan dataran tinggi Dieng pada 28-30 Agustus 2026.
- Peningkatan jumlah homestay dan area perkemahan di sekitar lokasi menjamin ketersediaan akomodasi bagi para wisatawan yang berkunjung ke acara tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Lonjakan kunjungan wisatawan menjelang penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) XVI 2026 dipastikan akan meningkatkan permintaan penginapan. Namun, di tengah tingginya antusiasme tersebut, panitia mengingatkan para pengelola homestay agar tidak memanfaatkan momentum dengan menaikkan tarif secara berlebihan karena berpotensi merusak citra wisata Dieng.
Ketua Pelaksana DCF XVI 2026, Alif Faozi, mengatakan pemesanan homestay di kawasan Dieng mulai mengalami peningkatan, meski panitia hingga kini belum mengumumkan harga resmi paket festival yang kembali masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
"Sudah, sudah banyak kalau pemesanan homestay sudah banyak," katanya.
Menurut Alif, tingginya minat wisatawan harus diimbangi dengan pelayanan yang baik, termasuk penerapan tarif penginapan yang tetap rasional. Ia menegaskan, tujuan utama Dieng Culture Festival bukan sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi juga membangun citra positif kawasan wisata Dieng dalam jangka panjang.
Baca Juga:Jalan Pantura Barat Rusak, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan
"Terkait tarif penginapan, kami berharap pengelola homestay tidak memanfaatkan tingginya permintaan dengan menaikkan harga secara berlebihan."
Menurutnya, wisatawan akan memiliki kesan yang lebih baik apabila memperoleh harga yang wajar selama menikmati festival budaya terbesar di kawasan dataran tinggi tersebut.
"Sebetulnya kalau dari kami mengharap kalaupun ada kenaikan jangan terlalu tinggi, karena ini bagian daripada promosi. Tujuan Dieng Culture Festival 'kan untuk promosi wisata Dieng, mengangkat Dieng," katanya.
Alif menjelaskan, kapasitas akomodasi di kawasan Dieng kini juga terus bertambah. Di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara saja telah tersedia lebih dari 100 homestay, ditambah sejumlah kabin penginapan yang berkembang di Dusun Karangsari.
Tak hanya itu, Desa Dieng Wetan di Kabupaten Wonosobo serta sejumlah desa lain di sekitar lokasi festival juga menyediakan ratusan homestay yang siap menampung wisatawan.
Baca Juga:Kemarau Belum Puncak, Ratusan Warga di Lereng Gunung Slamet Sudah Kesulitan Air Bersih
Sejumlah pelaku usaha bahkan mulai menyiapkan area camping ground sebagai alternatif penginapan, meski operasionalnya masih menunggu penyelesaian kerja sama dengan pihak terkait.
Dengan bertambahnya pilihan akomodasi tersebut, Alif memastikan wisatawan tidak perlu khawatir kehabisan tempat menginap selama DCF XVI berlangsung.
Ia berharap seluruh pelaku usaha pariwisata menjadikan festival ini sebagai momentum memperkenalkan keramahan dan kualitas layanan Dieng, bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat melalui lonjakan tarif.
"Penerapan tarif yang wajar akan memberikan pengalaman positif bagi wisatawan sekaligus menjaga nama baik Dieng sebagai destinasi unggulan nasional," ujarnya.
Dieng Culture Festival XVI mengusung tema "Spirit in Harmony" dan akan digelar pada 28–30 Agustus 2026. Setelah sempat tidak masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara pada tahun sebelumnya, festival budaya tersebut kembali menjadi bagian dari KEN 2026 dan ditargetkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara ke kawasan dataran tinggi Dieng.