Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan

Siswa MTs di Pati berinisial A dikeroyok kakak kelas saat MPLS hingga jarinya putus terjepit pagar. Keluarga korban tak terima dan tempuh jalur hukum

Budi Arista Romadhoni
Senin, 03 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Islam Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati yang menjalani pengobatan.
Baca 10 detik
  • Siswa kelas VII berinisial A dikeroyok tiga kakak kelas di MTs Islam Wangunrejo Pati pada 27 Juli 2026.
  • Korban mengalami patah jari akibat terjepit pagar saat kabur, sementara pihak madrasah sempat mengubur potongan jari tersebut.
  • Keluarga korban menolak damai dan telah melaporkan kasus perundungan serta penganiayaan ini kepada pihak kepolisian.

SuaraJawaTengah.id - Sahlatina, kakak sepupu korban yang mengalami patah jari di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Islam Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati mengungkap kronologi sebenarnya berdasarkan saksi dan korban.

Ia membuka ke publik bahwa sang adik, berinisial A diganggu tiga orang kakak kelas sewaktu acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 27 Juli 2026 lalu.

Sang adik yang masih duduk di bangku kelas VII dikeroyok oleh tiga siswa kelas IX. Kejadian berlangsung di dalam kelas hingga ke kamar mandi madrasah.

"D tiba-tiba menyerang dengan dua temannya mengeroyok A. Sempat diselamatkan teman lainnya, tetapi tiga orang (termasuk D) masih ngejar dan memukuli A di dalam kelas. D meninjau kepala belakang A paling keras," ungkap kakak sepupu A, Sabtu, 1 Agustus 2026 malam.

Baca Juga:Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!

Beberapa kali korban dipukuli dengan tangan kosong maupun dengan alat tumpul. Organ-organ badannya banyak yang memar. Parahnya jari korban sampai putus karena perlakuan tidak mengenakkan dari para ketiga pelaku.

"Diseret ke kamar mandi, pintu ditutup. Lalu minta maaf, sudah dimaafkan. Habis itu adik saya mau keluar. Pas di kamar mandi adik saya dijotos lagi, dipukul pakai penggaris," ujar Sahlatina.

Setelah itu, A yang merupakan korban bully sempat disiram menggunakan air dari ember oleh D dan kawan-kawan di kamar mandi. Dihadang sehingga sulit keluar, A kabur lewat pagar besi. Saat melalui pagar tersebut jarinya terjepit sampai berdarah-darah.

"Jalan satu-satunya naik pagar, pagarnya besi. Manjat posisinya di atas, adik saya disiram air pelaku dari ember, udah manjat masih disiram. Tangan adik saya kejepit pagar, adik saya setengah sadar mau pingsan, adik saya jatuh," bebernya.

Jari pada tangan kirinya pun patah karena terjepit. Kemudian, ia lapor ke guru. Guru malah memarahi korban.

Baca Juga:Jual-Beli Jabatan Terbongkar, Sudewo Didakwa Raup Rp2,4 Miliar dari Seleksi Perangkat Desa

"Tangannya patah waktu itu mati rasa, sehabis satu menit merasa sakit, adik saya menjerit. Jarinya putus di lokasi satu jari, yang satunya retak. Adik saya pas minta tolong ke kantor malah dimarahi guru Pak Fathoni," jelasnya.

Guru langsung membawa A ke Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH). Namun, pihak madrasah berupaya menyembunyikan barang bukti dengan mengubur potongan jari A.

"Bu Dian (salah satu guru) takut ketika keluarga tahu jarinya patah bilang sama Pak Shofi'i (kepala madrasah), agar jarinya disuruh kubur aja. Dikuburlah jarinya saat adik saya dibawa ke KSH," ucapnya.

Saat dirawat di RS KSH, A mau bercerita secara untuk kepada pihak keluarga. Bahkan keterangan ini digunakan sang kakak untuk menyampaikan informasi kepada publik.

"Di KSH jam 5 baru berani bilang. Sebelumnya takut di mobil, karena pelaku meminta jangan bilang-bilang," katanya.

Penampakan jari siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Islam Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati yang patah.
Penampakan jari siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Islam Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati yang patah.

Usai pihak keluarga mengetahui hari A dikubur, sang ibu meminta agar pihak madrasah dan pemerintah desa (pemdes) mengambilkan potongan jari telunjuk milik A yang parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini