Hari Jadi Ke-81 Jateng: Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing

Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemprov Jateng hadir di desa-desa untuk mendekatkan layanan kesehatan gratis, atasi kendala jarak dan biaya bagi warga.

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:10 WIB
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengunjungi kegiatan Program Dokter Spesialis Keliling (Speling). [Dok Humas]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaksanakan program Dokter Spesialis Keliling untuk mengatasi kendala jarak dan biaya warga desa.
  • Program yang dimulai Maret 2025 ini menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining penyakit di berbagai balai desa.
  • Hingga Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau ribuan desa dan melayani ratusan ribu warga di Jawa Tengah.

Dari Rumah Sakit ke Desa-Desa

Program Speling mulai bergulir pada Maret 2025 sebagai jawaban atas tantangan pemerataan layanan kesehatan di Jawa Tengah. Meski jaringan puskesmas dan rumah sakit terus berkembang, masih banyak masyarakat yang kesulitan menjangkau dokter spesialis karena faktor geografis maupun ekonomi.

Setidaknya terdapat lima layanan utama yang menjadi fokus Speling, yakni skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan kanker serviks, layanan kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan balita, terutama untuk mendukung percepatan penurunan stunting. 

Seluruh layanan diberikan secara gratis, cukup dengan menunjukkan kartu identitas. Kedekatan lokasi pelayanan di balai desa membuat masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar untuk memperoleh layanan dokter spesialis.

Baca Juga:Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat

Hingga 13 Agustus 2026, Program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar di 465 kecamatan pada 35 kabupaten/kota. Selama periode tersebut, sebanyak 128.109 orang warga telah memperoleh layanan kesehatan secara langsung. c

Namun, keberhasilan Speling tidak hanya diukur dari banyaknya desa yang disambangi atau jumlah masyarakat yang datang memeriksakan diri. Yang jauh lebih penting adalah ribuan kasus penyakit yang berhasil ditemukan lebih awal sehingga dapat segera ditangani.

Salah satu fokus utama program ini adalah pelayanan kesehatan ibu dan anak. Hingga awal Agustus 2026, pemeriksaan antenatal care telah dilakukan terhadap 15.848 ibu hamil. Dari jumlah tersebut, 12.537 orang dinyatakan dalam kondisi normal, sementara 3.311 lainnya memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut. 

Perhatian besar juga diberikan pada penanggulangan tuberkulosis (TBC), penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional. Melalui Speling, skrining TBC telah menjangkau 53.463 warga. Hasilnya, ribuan orang teridentifikasi sebagai suspek TBC maupun memerlukan pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan uji Mantoux. 

Layanan kesehatan jiwa juga menjadi perhatian serius. Sebanyak 37.605 warga mengikuti skrining kesehatan mental, dengan 1.358 orang teridentifikasi memerlukan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pemeriksaan kanker serviks telah menjangkau 5.915 perempuan dan menemukan 497 kasus yang membutuhkan tindak lanjut medis.  

Baca Juga:Sejarah Baru! 21 Ponpes Eks-Jamaah Islamiyah Siap Gelar Upacara HUT RI ke-81

Bersinergi dengan Program Nasional

Keunggulan lain Speling adalah kemampuannya berkolaborasi dengan berbagai program kesehatan yang telah berjalan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan Speling dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih menyeluruh dalam satu kesempatan.

Sinergi tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Jawa Tengah mencatatkan capaian CKG tertinggi di Indonesia. Sebanyak 14.248.868 masyarakat telah mengikuti program tersebut atau sekitar 37,4 persen dari total sasaran nasional. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menegaskan bahwa Speling tidak berhenti pada proses skrining semata. "Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik," ujarnya. 

Menurut Zulfachmi, setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti melalui sistem rujukan dan pendampingan sehingga masyarakat benar-benar memperoleh pelayanan hingga tuntas.

Membangun Jawa Tengah yang Lebih Sehat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak