- Anak penjual bubur kacang bernama Rima berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik Prodi KPI UIN Walisongo Semarang.
- Rima menyelesaikan kuliah dengan penuh perjuangan sambil bekerja sambilan dan menghadapi kondisi ayahnya yang sedang sakit.
- Skripsi Rima mengkaji strategi komunikasi Pondok Pesantren Sabilul Huda Brebes dalam meningkatkan citra positif lembaga pendidikan Islam.
Bagi Rima, skripsi itu bukan sekadar tiket untuk mendapatkan gelar sarjana. Ia berharap penelitiannya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi lembaga pendidikan Islam.
Ia ingin hasil penelitiannya dapat menjadi referensi dalam membangun sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Kini, setelah melewati masa kuliah dengan segala keterbatasan dan persoalan keluarga, Rima memiliki mimpi baru.
Ia ingin terus mengembangkan kemampuan dan mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya, terutama di bidang komunikasi dan kehumasan.
Baca Juga:Pengacara Yoyok Sukawi Bantah Aset Disita, Kuasa Jual Juga Ditolak PN Semarang
Predikat wisudawan terbaik pun menjadi penutup dari perjalanan yang awalnya bahkan tidak berani ia bayangkan.
Dari keluarga sederhana, bekerja sambil kuliah, menghadapi ayah yang sakit, hingga akhirnya berdiri sebagai lulusan terbaik—Rima membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi batas untuk meraih pendidikan.