- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran berkapasitas 55 Megawatt dengan investasi 300 juta dolar AS.
- PT PLN menargetkan pengeboran dimulai pada akhir 2028 atau awal 2029, dan pembangkit beroperasi komersial pada tahun 2031.
- Proyek energi terbarukan seluas 29.800 hektare ini masih memerlukan berbagai perizinan serta konsultasi publik sebelum pelaksanaan pengeboran.
Dengan mekanisme tersebut, masyarakat di sekitar kawasan eksplorasi akan memiliki ruang untuk memberikan masukan sebelum kegiatan pengeboran dilakukan.
Tambah Bauran Energi Terbarukan Jateng
Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran juga diproyeksikan memperkuat bauran energi baru terbarukan di Jawa Tengah.
Dwi menyebut bauran EBT Jateng saat ini telah mencapai 22,3 persen, melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 2025 sebesar 21,32 persen.
Baca Juga:Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
Potensi 55 MW dari Gunung Ungaran diperkirakan dapat memberikan tambahan sekitar 4-5 persen terhadap total bauran EBT Jawa Tengah.
Gunung Ungaran bukan satu-satunya wilayah di Jawa Tengah yang memiliki potensi panas bumi. Pengembangan energi geothermal juga terdapat di sejumlah kawasan lain, seperti Dieng, Baturraden, Guci, Umbul Telomoyo, dan Jenawi.
Untuk Dieng, pembangkit panas bumi yang telah beroperasi memiliki kapasitas 70 MW, sedangkan pengembangan fase kedua sebesar 55 MW masih dalam proses.
Sementara itu, sosialisasi telah dilakukan untuk potensi panas bumi di Umbul Telomoyo. Adapun Baturraden, Guci, dan Jenawi belum memasuki tahap pengembangan lebih lanjut.
Dengan target pengeboran pada 2028-2029 dan operasi komersial pada 2031, proyek Gunung Ungaran kini memasuki fase panjang menuju pembuktian cadangan panas bumi sebelum energi tersebut benar-benar dapat dikonversi menjadi listrik.
Baca Juga:Luthfi Tantang Kepala Daerah Jaga APBD: Tak Boleh Ada Satu Rupiah Pun Salah Sasaran