Gempa M5,3 di Selatan Cilacap Dipicu Subduksi, Getaran Terasa di 4 Provinsi

Gempa M5,3 di selatan Cilacap dipicu subduksi lempeng. BMKG pastikan gempa berkedalaman 69 km ini tidak berpotensi tsunami meski getarannya meluas ke Jabar hingga Jatim.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 04 September 2026 | 17:10 WIB
Gempa M5,3 di Selatan Cilacap Dipicu Subduksi, Getaran Terasa di 4 Provinsi
Ilustrasi gempa bumi (pixabay)
Baca 10 detik
  • Gempa bumi bermagnitudo 5,3 mengguncang Cilacap pada Jumat siang akibat aktivitas subduksi lempeng.
  • BMKG memastikan gempa berkedalaman 69 kilometer di laut tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
  • Getaran gempa dirasakan luas di beberapa wilayah Jawa dengan intensitas berbeda tanpa gempa susulan.

Pada tingkat III MMI, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah. Sensasinya bahkan dapat dirasakan seperti ada kendaraan berat atau truk yang sedang melintas.

Sementara itu, masyarakat di Pangandaran, Jawa Barat, merasakan guncangan dengan intensitas II-III MMI.

Guncangan juga dirasakan di Pacitan, Sleman, dan Wonogiri dengan intensitas II MMI.

Jangkauan tersebut menunjukkan bahwa meskipun episenter berada di selatan Cilacap, efek guncangannya tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar pusat gempa.

Baca Juga:Dieng Punya Harta Karun Sejarah, Dua Peninggalan Dibidik Jadi Cagar Budaya Nasional

Belum Ada Gempa Susulan

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan setelah kejadian tersebut.

Hingga pukul 12.40.02 WIB atau sekitar 35 menit setelah gempa utama, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Wijayanto mengatakan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas kegempaan.

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga:Kasus Jasad Perempuan Terbakar di Demak: Motif Diduga Cemburu, Tersangka Residivis Pembunuhan

BMKG meminta masyarakat tidak panik dan tetap tenang setelah merasakan guncangan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai gempa dan tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi.

Waspadai Bangunan Rusak

Selain meminta masyarakat tetap tenang, BMKG mengingatkan adanya risiko sekunder yang perlu diperhatikan setelah gempa, terutama bagi bangunan yang mengalami kerusakan.

Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan untuk mencegah kemungkinan bangunan roboh atau bagian bangunan terlepas.

"Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan informasi terkait gempa bumi dan tsunami hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi," kata Wijayanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak