- Pameran MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima Semarang pada September 2026 mencatatkan transaksi UMKM sebesar Rp2,4 miliar.
- Kegiatan promosi produk yang diikuti 150 tenant tersebut juga menghasilkan kontrak bisnis antarpelaku usaha senilai Rp7,54 miliar.
- Ajang yang dikunjungi 80.000 orang ini turut menarik minat pembeli luar negeri seperti Brasil, Nigeria, India, dan Amerika Serikat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, sehingga side event dari MTQ berupa pameran ini berjalan dengan lancar,” katanya saat mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen
Menurut Sumarno, pemerintah memiliki peran untuk memfasilitasi pelaku UMKM agar terus berkembang. Salah satu tantangan terbesar yang perlu dijawab bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memperluas pemasaran.
“Pameran ini adalah salah satu cara untuk kita bisa membantu saudara-saudara kita untuk memasarkan produk-produknya,” katanya.
Ia berharap, transaksi dan kerja sama yang terbentuk selama pameran tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Jejaring yang telah terbangun diharapkan terus berkembang menjadi hubungan bisnis yang lebih luas.
Baca Juga:Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD
Namun, Sumarno mengingatkan bahwa pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian MTQ Nasional. Di balik geliat ekonomi yang muncul, ia berharap penyelenggaraan MTQ juga membawa masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur'an.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjadikan MTQ Nasional bukan hanya sebagai momentum besar yang menghadirkan berbagai kegiatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meningkatkan kecintaan dan kedekatan dengan Al-Qur'an.